EmitenNews.com - Sampai dengan tanggal 24 Desember 2021 realisasi Belanja Negara tercatat sebesar Rp2.587 triliun atau 92,9% dari pagu APBN 2021 sebesar Rp2.784,9 triliun.


Realisasi Belanja Negara tersebut terdiri atas Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp1.809,1 triliun serta Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp756,9 triliun.


Sedangkan realisasi Belanja Negara melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sampai dengan 24 Desember tercatat sebesar Rp535,38 triliun atau 71,88% dari pagu.


Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berharap di sisa waktu jelang akhir tahun 2021 ini, seluruh jajarannya mampu menutup tahun anggaran dengan baik.


“Kita sekarang tantangannya adalah pada belanja. Jadi belanja tetap bisa dijalankan, tapi tetap kualitas, tetap harus tepat, dan harus akuntabel. Jangan sampai hanya asal belanja dan asal keluar,” kata Menkeu dalam kunjungannya ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta VII, Senin (27/12).


Menkeu menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas atas kerja keras seluruh jajaran Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) yang terus mengawal pelaksanaan APBN hingga akhir tahun 2021 dalam kondisi pandemi Covid-19.


Diakuinya, seperti juga tahun lalu, ini bukanlah tahun yang mudah bagi jajaran DJPb yang membutuhkan pengorbanan terutama karena kondisi pandemi Covid.


"Tapi seluruh pekerjaan kita tetap bisa berjalan dengan baik. Ini menunjukkan komitmen yang luar biasa dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan seluruh jajaran Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan,” puji Menkeu .


Dalam masa pandemi Covid-19, Pelaksanaan APBN 2021 fokus pada penanganan kesehatan, perlindungan sosial, pemulihan ekonomi, dan reformasi struktural. Melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), APBN menjadi instrumen yang membantu rakyat, baik di bidang kesehatan, perlindungan sosial, usaha kecil menengah, hingga membangun infrastruktur.


Kanwil DJPb terus berupaya mengawal implementasi kebijakan pelaksanaan anggaran, terutama terkait program PEN. Penyerapan belanja APBN 2021 untuk semua program prioritas tersebut telah berjalan cukup optimal yakni di atas 70 persen.


Di akhir sambutannya, Menkeu berpesan agar berbagai prestasi yang telah diraih, seperti Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Menkeu pun mengingatkan meski optimisme pemulihan tahun 2022 semakin kuat, namun semua pihak harus tetap waspada terhadap penyebaran varian Omicron.(fj)