EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat. Itu terjadi di tengah sinyal beragam pasar regional. Selain itu, para investor akan menunggu arah kebijakan suku bunga dalam negeri dengan menunggu data ekonomi lebih lanjut.
Sementara itu, harga komoditas sedang berfluktuasi seperti oil, batu bara, dan nickel. ”Kami perkirakan Indeks bergerak pada rentang support 7.060, dan resisten 7.130,” tutur Alwin Rusli, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Jumat (25/11).
Secara teknikal, Indeks masih berada pada trend sideway sehingga akan menguji support, dan resistance. Beberapa saham yang memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini antara lain AVIA, PWON, CTRA, BSDE, MIKA, BBRI, dan TBIG.
Kemarin, Indeks menguat 0,37 persen menjadi 7.080. Beberapa sektor mengalami penguatan di antaranya sektor property dan real estate surplus 1,97 persen, kesehatan naik 0,83 persen, dan sektor consumer non cyclicals menguat 0,36 persen. Investor asing membukukan net buy pasar regular Rp382 miliar. Sejumlah saham paling banyak dibeli investor asing BBRI, BBCA, dan TLKM.
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street tengah merayakan libur nasional setelah sebelumnya indeks berhasil ditutup menguat. Sentimen datang dari FOMC sepakat memperlambat kenaikan suku bunga ke depan. Itu memberi angin segar baru bagi para pelaku pasar di tengah kekhawatiran inflasi.
Pagi ini, bursa Asia menyusuri zona merah. Indeks Nikkei 225 melemah 0,30 persen,da Indeks Kospi juga melepuh 0.,8 persen. Pelemahan bursa Jepang pagi ini menyusul rilis data Tokyo CPI naik 3,8 persen YoY, dan Tokyo core CPI melejit 3,6 persen YoY. (*)
Related News
Stok Bensin di Atas 25 Hari, BBM Aman Hingga Idulfitri
Mampu Tekan Tarif USD0,03/KWh, RI Belajar PLTS dari India
Pengusaha Sudah, Presiden Janji Beri Kelonggaran Kredit ke Nelayan
IHSG Tumbang di Penutupan Pekan, Merosot 53 Poin ke 8.212
Bangun Ekosistem Syariah, BSN Gandeng UNS
Nyemek ala Warmindo Makin Hype!





