EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah sepanjang perdagangan intraday Kamis (18/6/2026). Pada penutupan sesi I, IHSG turun 65,815 poin atau 1,06% ke level 6.154,924.

Indeks sempat menyentuh titik terendah di 6.073,724 dan sempat di level tertinggi harian 6.197,171, meski tak bertahan lama.

Tercatat 417 saham melemah, 226 saham menguat, dan 158 saham lainnya stagnan. Nilai transaksi tembus Rp10,075 triliun dengan volume 14,927 miliar saham dan frekuensi 1.076.289 kali.

Indeks yang bergerak di zona merah, terjadi seiring pengumuman terkait Market Accessibility Review oleh MSCI pada 18 Juni 2026. Pengumuman diperkirakan rilis sekitar pukul 03.30 WIB pada hari berikutnya setelah waktu CEST, yakni 19 Juni 2026.

Head of Research KISI, Muhammad Wafi menilai melemahnya IHSG disebabkan respons pasar yang mengambil sikap wait and see menjelang pengumuman MSCI Accessibility Review.

Sehingga, pada perdagangan hari ini indeks diperkirakan bergerak sideways di 6.050-6.150 hingga penutupan.

"Volume tipis dan volatilitas rendah itu tanda klasik pasar yang menunggu binary event, jadi tidak mau ambil posisi besar sebelum ada kepastian. Jika MSCI positif, IHSG bisa gap up besok," ujar Wafi kepada Emitennews, Kamis (18/6/2026).

Sebaliknya, lanjut Wafi, jika MSCI negatif, maka IHSG diperkirakan menguji area support di 5.900-6.000 hingga keputusan final MSCI di 24 Juni mendatang.

"IHSG tidak necessarily merah hingga 24 Juni, tergantung pada dua hasil review. Jika MSCI positif, pasar sudah bisa price in skenario bullish sebelum 24 Juni. Jija negatif, IHSG bisa kembali uji support 5.900 hingga 6.000," tambah Wafi.

Pengamat pasar modal, Elandry Pratama juga menyebutkan, pergerakan indeks yang bertahan di area 6.100 mencerminkan sikap pelaku pasar yang cenderung wait and see menjelang hasil MSCI Accessibility Review.