Right Issue Tunda, Mari Intip Skema Penyelamatan Garuda Indonesia (GIAA) Lebih Detail
:
0
EmitenNews.com—Pemegang saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menyetujui perpanjangan pemberian wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menyatakan kepastian jumlah modal dan jumlah saham baru hasil pelaksanaan konversi Obligasi Wajib Konversi (OWK) yang telah diterbitkan pada tahun 2021.
Mereka juga menyetujui agar dewan komisaris melakukan segala tindakan yang diperlukan, termasuk menentukan waktu, cara dan jumlah peningkatan modal perseroan.
"RUPST juga menyetujui usulan perpanjangan penjaminan pemberian jaminan aset perseroan dengan nilai lebih dari 50% persen kekayaan bersih perseroan dan persetujuan pengalihan kekayaan perseroan, yang merupakan lebih dari 50% jumlah kekayaan bersih perseroan," kata Direktur Utama GIAA, Irfan Setiaputra dalam keterangan resminya.
Dalam RUPST dan RUPSLB yang digelar perseroan kemarin, lanjut Irfan, pemegang saham juga memberikan persetujuan atas langkah langkah penguatan misi restrukturisasi yang selama ini ditempuh menejemen.
Dengan begitu diharapkan kedepan Garuda Indonesia dapat mewujudkan komitmennya dalam memastikan aksesibilitas layanan penerbangan bagi masyarakat tersedia secara optimal dengan menghadirkan berbagai improvement plan.
"Kami percaya, transformasi merupakan sebuah keniscayaan yang akan terus kami akselerasikan secara berkesinambungan di tengah tantangan fundamental kondisi pandemi, yang menuntut sikap adaptif dan resilient dalam mengawal dinamika tantangan industri penerbangan yang masih dibayangi turbulensi, juga dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Perseroan," ulas Irfan.
Related News
JTPE Bidik Pendapatan 2026 Rp3 Triliun, Laba Dipatok Tumbuh Dua Digit
Siarkan Piala Dunia 2026, IRSX Gandeng Huawei Cloud Untuk FolaPlay
Emiten Sawit (PSGO) Umumkan Bagi Dividen Rp113M, Setara Rp6 per Saham
Aksi Borong Saham Sendiri Komisaris ULTJ, 3 Juta Saham Dikarungkan!
Ecocare (HYGN) Sebar Dividen Rp7,5 Miliar Setara Rp3 per Lembar
PTPS Tebar Dividen Final Rp9,75 Miliar, Sekitar Rp11 per Saham





