Rombak Direksi, PSGO Siapkan Capex Rp450M Hingga Target Laba di 2026
:
0
Potret foto bersama Manajemen PT Palma Serasih Tbk. (PSGO) kala RUPST dan Paparan Publik pada Jumat (22/5/2026). Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - PT Palma Serasih Tbk. (PSGO) mematok target agresif untuk 2026 sambil merombak jajaran direksi dan komisaris. Emiten sawit ini membidik produksi sawit Crude Palm Oil (CPO) naik 30% menjadi 181.687 ton dan Tandan Buah Segar (TBS) inti-plasma tumbuh 21% ke 579.926 ton.
Dari sisi keuangan, PSGO menargetkan penjualan neto Rp2,99 triliun, naik 17% dari anggaran 2025. Namun laba bruto, laba usaha, dan laba bersih diproyeksikan terkoreksi 4%, 24%, dan 22% menjadi Rp762 miliar, Rp449 miliar, dan Rp344 miliar.
Target Belanja Modal (Capital Expenditure) 2026
Untuk menopang ekspansi, PSGO menganggarkan belanja modal Rp449,84 miliar. Capex non-tanaman Rp251,97 miliar, dengan porsi terbesar untuk infrastruktur Rp74,75 miliar atau 30% dan mesin Rp59,3 miliar atau 24%. Sementara capex tanaman Rp197,87 miliar, di mana 61% atau Rp120,52 miliar untuk penanaman baru.
Director & Corporate Secretary PT Palma Serasih Tbk, Astrida Niovita Bachtiar, menegaskan fokus 2026 pada optimalisasi dan efisiensi.
“Kita ingin mengoptimalisasi kapabilitas kami, antara lain untuk produktivitas kebun dan pabrik, di mana kami melihat masih ada potensi yang dapat kami tingkatkan. Kemudian juga melakukan peningkatan efisiensi dari sisi operasional,” ujarnya.
Astrida menyebut PSGO juga berencana membangun Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dalam beberaoa tahun ke depan.
“Untuk pabrik kelapa sawit, di tahun 2026 ini kami belum ada rencana untuk membangun pabrik kelapa sawit. Pembangunan pabrik akan direncanakan ketika luasan area tanam baru kami sudah mencukupi, mungkin 3 hingga 4 tahun ke depan,” katanya.
Sepanjang 2025 berjalan, PSGO mencatat capaian operasional di atas 70% dari target. Produksi TBS tembus 77,7%, CPO dan PK masing-masing 73,3% dan 72,4%.
Kinerja finansial juga diungkapkan Astrida bahwa penjualan bersih tercapai 99,8% dan laba bersih melampaui target hingga 172,4%, tumbuh 26,3% secara tahunan.
Related News
Kompak, Dirut dan Komut Tambah Kepemilikan Saham BAIK
GOTO Batal Alihkan Saham Treasuri 32,18 Miliar Helai, kok Bisa?
SMGR Catat Penjualan 18,27 Juta Ton, Saham Menguat Usai Evaluasi LQ45
Catat Kinerja Kuat, ESSA Industries Bukukan Pendapatan USD186 Juta
GOTO Tak Didepak dari LQ45, IDX30, dan IDX80 Meski Harga Rp50, Kenapa?
Aset Jumbo, Pendapatan WIFI Semester I Tembus Rp1,57 Triliun





