Rugi Hingga Rp6,3 Triliun, Kelangsungan Usaha Central Proteina Prima (CPRO) Diragukan
:
0
EmitenNews.com - Akuntan Publik pemeriksa laporan keuangan tahun 2020 meragukan kelangsungan usaha PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) karena mencatatkan saldo kerugian konsolidasi sebesar Rp6,36 triliun.
Akuntan Publik dari Kantor Akuntan Purwantono, Sungkoro & Surja Hanny Widyastuti dalam laporan audit laporan keungan emiten pengolah ikan daging dan unggas itu, itu juga menekankan keraguan kelangsungan usaha CPRO karena total aset lancar tercatat sebesar Rp1,7 triliun, tapi total kewajiban jangka pendek mencapai Rp5,085 triliun.
“Total liabilitas jangka pendek konsolidasiannya melebihi total aset lancar konsolidasiannya sebesar Rp3, 38 triliun pada tanggal tersebut. Sebagai tambahan, Perusahaan dan entitas anak tertentu belum dapat memenuhi persyaratan rasio keuangan atau ketentuan pembatasan lainnya yang diwajibkan dalam perjanjian utang bank tertentu pada tanggal 31 Desember 2020.
Kondisi tersebut, mengindikasikan adanya suatu ketidakpastian material yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan Kelompok Usaha untuk mempertahankan kelangsungan usahanya,” tulis Hanny dalam laporan audit CPRO dalam keterbukaan Bursa Efek Indonesia, Jumat (01/10).
Menariknya, CPRO berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp381,42 miliar pada tahun 2020, atau membaik dibandingkan tahun 2019 yang merugi Rp349,067 miliar.
Related News
INPS Buka Suara ke BEI Soal Ekuitas Negatif, Siapkan Rencana Ini
Sempat Tertunda, Waskita (WSKT) Akhirnya Lunasi Obligasi Rp722 M
Aset CSIS Tebal, Dividen Cair, dan Saham Terbang 27 Persen
Obligasi Chandra Asri (TPIA) Rp361,48 M Lunas, Pefindo Tarik Peringkat
TAMU Restrukturisasi Utang, Saham Lanjut ARA?
Perusahaan Afiliasi Grup Sinarmas Jadi Pengendali Baru KETR





