Rugi Makin Gede, Tapi Revenue MKNT Meledak 6.556% di Semester I-2026
:
0
Potret manajemen MKNT dalam suatu agenda perseroan. Foto: Arsip EmitenNews.
EmitenNews.com - Menjelang pemberlakuan batas floor price (harga dasar) Rp50 menjadi Rp1 per saham oleh Bursa Efek Indonesia, emiten saham Rp1 PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) melaporkan pembukuan keuangan terbaru yang cukup menarik.
Emiten yang tengah tersuspensi panjang ini mendapat lonjakan penjualan luar biasa di sepanjang semester I-2026. Namun di sisi lain, beban operasional yang membengkak membuat perseroan masih mencatatkan rugi bersih.
Berdasarkan laporan keuangan auditan yang dirilis Jumat (4/9/2026), MKNT mengemas revenue atau pendapatan bersih Rp75,88 miliar. Torehan ini melesat 6.556,14% dibanding periode sama tahun lalu yang hanya Rp1,14 miliar.
Kenaikan pendapatan ini berbanding dengan beban pokok penjualan yang ikut naik 2.018,31% tertekan menjadi Rp60,16 miliar dari Rp2,84 miliar. Meski begitu, MKNT berhasil membalikkan rugi bruto Rp1,69 miliar menjadi laba bruto Rp15,71 miliar.
Rugi Melebar 56,23% Karena Beban
Meski pendapatan meroket, MKNT justru mencatat rugi tahun berjalan Rp4,14 miliar. Rugi ini naik 56,23% dari Rp2,65 miliar di semester I-2025.
Penyebab utamanya adalah lonjakan beban. Beban umum dan administrasi naik 1.511,28% menjadi Rp12,61 miliar. Beban penjualan juga naik 611,12% ke Rp1,28 miliar. Selain itu ada beban lain-lain bersih Rp5,77 miliar, naik 270.751,17% dari hanya Rp2,13 juta tahun lalu. Akibatnya rugi sebelum pajak naik 69,92% ke Rp4,52 miliar.
Aset Tembus Rp1,45 Triliun, Saham Masih Suspensi
Hingga 30 Juni 2026, total aset MKNT naik 75,76% menjadi Rp1,452 triliun dari Rp826,09 miliar per 31 Desember 2025. Kenaikan ini dipicu aksi korporasi berupa pengalihan 99,99% saham PT Citra Baru Steel senilai Rp668,01 miliar dan akuisisi 99,99% saham PT Radja Udang Malingping senilai Rp156,49 miliar. Di sisi lain, liabilitas juga naik 75,90% ke Rp1,466 triliun.
Hingga saat ini saham MKNT masih tersuspensi oleh BEI di level Rp1 per saham. BEI juga telah meminta penjelasan perseroan terkait laporan keuangan tersebut.
Related News
HDFA Targetkan Turnaround! Balikkan Rugi 2025 Rp82M Jadi Laba di 2026
Adhi Karya Didorong Balik ke Bisnis Inti, Bagaimana Nasib ADCP?
RUPO WSKT Setuju Restrukturisasi Obligasi, Peluang Suspensi Dibuka BEI
Transaksi 2025 Batal, CUAN Gelar Negosiasi Baru Ambil Kendali SINI
BULL Cetak Laba Meroket 8x Lipat, Jasa Angkutan Jadi Aktor Utama
BEI Vonis 3 Saham UMA, Kini Harganya Melorot Termasuk Milik Hapsoro





