EmitenNews.com - Waskita Karya (WSKT) sepanjang 2024 mengemas rugi bersih Rp2,58 triliun. Menipis 31,56 persen dari posisi sama tahun sebelumnya Rp3,77 triliun. Dengan begitu, rugi per saham ikut menciut menjadi Rp89,89 dari sebelumnya Rp130,89. 

Pendapatan usaha Rp10,7 triliun, turun 2,28 persen dari edisi sama tahun sebelumnya Rp10,95 triliun. Beban pokok pendapatan Rp9,28 triliun, mengalami penyusutan dari Rp10,34 triliun. Laba kotor terkumpul Rp1,41 triliun, melonjak 131 persen dari periode sebelumnya Rp613,89 miliar. 

Beban penjualan Rp155,61 miliar, bengkak dari Rp128,08 miliar. Beban umum dan administrasi Rp1,49 triliun, susut dari Rp1,72 triliun. Beban non-pcontibuting plant Rp90,53 miliar, susut dari Rp114,99 miliar. Beban pajak final Rp172,08 miliar, berkurang dari sebelumnya sebesar Rp187,48 miliar. 

Pendapatan bunga Rp847,87 miliar, berkurang dari Rp963,45 miliar. Keuntungan selisih kurs Rp21,71 miliar, melonjak signifikan dari Rp4,14 miliar. Beban lain-lain Rp102,32 miliar, drop dari surplus Rp1,49 triliun. Rugi tahun berjalan Rp3,91 triliun, susut dari Rp4,01 triliun. 

Jumlah ekuitas tercatat Rp7,88 triliun, berkurang signifikan dari Rp11,6 triliun. Defisit Rp16,28 triliun, bengkak dari akhir tahun sebelumnya Rp13,71 triliun. Total liabilitas Rp69,27 triliun, turun signifikan dari akhir 2023 senilai Rp83,99 triliun. Jumlah aset Rp77,15 triliun, drop dari Rp95,59 triliun. (*)