Rusia Tawarkan Teknologi Drone hingga Pengolahan Limbah ke Indonesia
:
0
Pertemuan bilateral antara Kementerian Perindustrian dan Senator Federasi Rusia Ilyas Umakhanov di Jakarta, belum lama ini
EmitenNews.com - Rusia membuka peluang kerja sama teknologi dengan Indonesia, mulai dari pengembangan drone untuk kebutuhan sipil, robotika bawah air, sistem komunikasi mandiri untuk kondisi darurat, hingga teknologi pengolahan limbah.
Peluang tersebut dibahas dalam pertemuan Kementerian Perindustrian dengan Senator Federasi Rusia Ilyas Umakhanov di Jakarta. Kerja sama yang dijajaki tidak hanya diarahkan pada perdagangan, tetapi juga investasi, alih teknologi, dan pengembangan industri di dalam negeri.
Salah satu teknologi yang ditawarkan Rusia adalah drone untuk kebutuhan sipil. Namun, dalam pembahasan tersebut belum dirinci jenis drone maupun bentuk pemanfaatannya di Indonesia.
Rusia juga menawarkan robotika bawah air yang dinilai relevan dengan karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan. Teknologi tersebut berpotensi dikembangkan melalui kemitraan dengan pelaku industri nasional, meski detail proyek maupun aplikasinya masih dalam tahap penjajakan.
Bidang lain yang ditawarkan adalah sistem komunikasi mandiri untuk kondisi darurat. Teknologi ini menjadi salah satu opsi kerja sama yang dibahas dalam konteks penguatan kapasitas teknologi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia.
Selain itu, Rusia menawarkan teknologi pengolahan limbah yang diklaim dapat menghasilkan sumber daya yang bermanfaat bagi sektor pertanian dan peternakan. Senator Federasi Rusia Ilyas Umakhanov mengatakan teknologi-teknologi tersebut terbuka untuk dikembangkan dan dilokalkan melalui kerja sama dengan mitra di Indonesia.
“Kami melihat banyak peluang untuk mengembangkan kerja sama teknologi dengan Indonesia. Rusia memiliki teknologi drone untuk kebutuhan sipil, robotika bawah air yang sesuai dengan karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan, sistem komunikasi mandiri untuk kondisi darurat, serta teknologi pengolahan limbah yang dapat menghasilkan sumber daya yang bermanfaat bagi pertanian dan peternakan,” ujar Ilyas seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Perindustrian, Selasa (25/8/2026).
Selain empat teknologi tersebut, pembahasan kerja sama industri juga mencakup peralatan telekomunikasi, agrokimia, dan otomatisasi industri. Pengembangan bidang-bidang tersebut masih akan melihat kesesuaian teknologi dengan kebutuhan industri nasional.
Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Tri Supondy mengatakan kerja sama dengan Rusia perlu diarahkan pada kegiatan yang memberikan nilai tambah bagi industri domestik.
“Kerja sama Indonesia dan Rusia perlu diarahkan pada hal-hal yang menghasilkan manfaat nyata bagi industri, baik melalui investasi, alih teknologi, maupun kemitraan yang menghubungkan perusahaan kedua negara,” ujar Tri.
Related News
Kabut Asap Karhutla, Batal 43 Penerbangan dari Jakarta ke Kalimantan
Kasus Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Unsoed, Ada Peran Mulyono
35 Pesawat Asing 8 Negara, Perkuat Penanganan Karhutla di Indonesia
Larang Buka Lahan dengan Cara Bakar, Menteri LH Siapkan Sanksi Tegas
OTT KPK Jaring Rektor Unsoed, Terlibat Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
Tancap Gas, Bank BSN Gandeng BAZNAS Kembangkan Ekosistem Layanan Zakat





