EmitenNews.com -PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024, di Cyber 2 Tower Lantai 17, Jl. H.R. Rasuna Said, Blok X-5, Jakarta Selatan. 

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui sejumlah agenda penting, termasuk pembagian dividen tunai, pengesahan laporan keuangan, serta penunjukan Akuntan Publik yang akan mengaudit laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.

Dalam RUPST Tahun Buku 2024 disampaikan bahwa Perseroan menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp32.307.859.322 atau Rp32,30 miliar atau Rp3,69 per lembar saham, yang mencerminkan 40 persen dari laba bersih tahun 2024. 

Adapun jadwal pembagian dividen selambat-lambatnya dibayarkan pada 25 Juli 2025.

RUPS juga menetapkan dana sebesar Rp1 miliar di sisihkan sebagai dana cadangan dan sisanya akan dibukukan sebagai laba ditahan.

Direktur Utama Perseroan, Hadi Suhermin, menyampaikan, ini menjadi momentum penting yang menegaskan keberhasilan strategi fundamental kami sepanjang tahun 2024 dan hal penting yang menjadi komitmen kami terhadap para investor.

Pada kesempatan kali ini, Hadi juga menyatakan perseroan telah menetapkan anggaran sebesar Rp20 miliar untuk perseroan melakukan buyback saham, dimana saham perseroan saat ini dianggap belum mencerminkan fundamental perusahaan.

Terkait isu beberapa investor yang cukup tertarik masuk menjadi pemegang saham SMIL. Hadi Suhermin mengatakan bahwa proses terus berjalan dan saat ini dalam tahap due diligence.

Hadi sangat optimis kinerja SMIL ke depan sangat bagus, mengingat kebutuhan forklift yang terus bertumbuh dan perseroan telah mendapat kepercayaan untuk menambah 1000 unit forklift electric dari Heli Southeast Asia Co Ltd. Investasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mendukung efisiensi operasional dan transformasi menuju energi hijau.

Dari sisi kinerja, perseroan berencana meningkatkan penggunaan efisiensi forklift electric mencapai 75% dalam lima tahun kedepan dikarenakan harga sewa forklift electric lebih tinggi dan maintenance costnya jauh lebih murah yang tentunya akan meningkatkan margin perseroan dan tentunya sesuai dengan kebijakan pemerintah Indonesia terkait Green Energy.