Saham AVIA di Tren Turun, Tancorp Gerak Cepat Sambar 45 Juta Lembar Senilai Rp32,65 Miliar

EmitenNews.com—Dalam tiga transaksi di bulan Desember berjalan, PT Tancorp Global Indonesia memperkuat status pengendali di emiten produsen cat PT Avia Avian Tbk (AVIA), dengan mengoleksi tambahan 45 juta lembar saham Perseroan di harga bervariasi, dengan total transaksi Rp32,65 miliar.
Dalam laporannya kepada otoritas Bursa, Senin (12/12), manajemen AVIA merinci tiga transaksi dilakukan masing-masing dua pada 2 Desember 2022 sebanyak 10 juta lembar saham di harga Rp730 dan dalam jumlah yang sama di harga Rp725. Lalu pada 5 Desember dilakukan pembelian sebanyak 25 juta lembar saham di harga Rp725.
Dengan tambahan itu, kepemilikan Tancorp yang semula sebanyak 15,734 miliar lembar (25,4%) menebal menjadi 15,779 miliar lembar (25,48%).
Tancorp, yang memiliki saham di AVIA dengan status kepemilikan tidak langsung, menyebut pembelian terbaru di saham Perseroan bertujuan investasi.
Dari data perdagangan merekam, aksi beli terjadi saat harga saham AVIA di tren penurunan. Pada 24 November harga penutupan masih di level Rp820. Sejak itu, harga terus menurun hingga pada 2 Desember ditutup di level Rp720 dan sedikit naik Rp725 pada 5 Desember.
Sebelumnya perseroan telah membagikan dividen interim tahun buku 2022 dengan total Rp619.535.556.000 atau setara Rp10 per lembar saham. pembagian dividen interim tersebut sesuai dengan keputusan Direksi yang telah disetujui Dewan Komisaris pada tanggal 16 November 2022.
Data Keuangan per 30 September 2022 yang mendasari pembagian Dividen adalah Laba Bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp1.080.130.537.853, Saldo Laba Ditahan yang Tidak Dibatasi Penggunaannya sebesar Rp1.231.048.239.789 dan Total Ekuitas sebesar Rp9.686.265.608.923
Related News

Pengendali IDPR Belum Berhenti Borong Saham, Ada Apa?

Emiten TP Rachmat (ASSA) Cetak Laba Melonjak di 2024

Nusa Raya Cipta (NRCA) Bukukan Pendapatan Rp3,3T Sepanjang 2024

Penjualan Oke, Laba ENAK 2024 Tergerus 16 Persen

Melejit 708 Persen, Pendapatan BEEF 2024 Sentuh Rp4,93 Triliun

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar