Saham Bank Terus Anjlok, Apa yang Harus Dilakukan Investor?
:
0
ilustrasi bank himbara. Dok/EmitenNews
EmitenNews.com -Selama ini sektor perbankan seringkali dianggap sebagai Daham andalan, dan masuk dalam kategori blue chip. Hampir banyak investor memiliki saham perbankan dalam portofolio nya. Perbankan jiga selalu rutin membagikan dividen dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Sayangnya beberapa waktu ini ada fenomena yang menjadi tanya, karena saham-saham bank besar justru mengalami penurunan tajam, bahkan terus anjlok. Fenomena ini memunculkan pertanyaan penting bagi para investor, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman, haruskah bertahan dan mengantisipasi pemulihan, atau saatnya angkat kaki dan "kabur" dari sektor ini?
Sebenarnya apa yang terjadi dengan saham bank.
Kepercayaan investor mulai goyah Ketika muncul isu-isu fundamental bank itu sendiri. Belum lagi diperburuk oleh kondisi makroekonomi, hingga sentiment negative dan rumor dipasar.
Naiknya suku bunga global dan dalam negeri, serta fluktuasi nilai tukar rupiah, hingga inflasi tinggi yang membuat aktivitas kredit melambat. Bisnis bank menjadi kurang agresif, dan prospek ke depan terlihat buram bagi sebagian investor.
Isu yang terjadi saat ini adalah sentiment negative dan aksi PPATK. Pemblokiran rekening oleh PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) bisa memicu kekhawatiran bahwa ada masalah dalam sistem internal bank, terutama dalam hal Know Your Customer (KYC) atau sistem anti pencucian uang. Meski belum tentu bank bersalah, sentimen pasar bisa dengan cepat berubah negatif.
Selain itu dampak Penurunan Saham Bank bagi Investor, Saat harga saham bank terus melemah, efeknya bisa sangat terasa. Nilai portofolio turun drastis, bahkan bisa minus dua digit. Ketakutan dan kepanikan massal di kalangan investor, apalagi yang belum berpengalaman. Potensi kerugian riil, jika investor memutuskan cut loss saat harga sedang di titik terendah.
Meskipun yang perlu disadari adalah, bahwa penurunan harga bukan berarti kehancuran total. Dalam dunia pasar modal, penurunan bisa jadi bagian dari siklus alami atau bahkan menciptakan peluang strategis.
Melihat kondisi seperti ini , apakah investor harus Bertahan atau Kabur? Tentu memerlukan Strategi agar tidak panik dan tetap dengan tujuan awal berinvestasi.
Investor perlu melakukan evaluasi Fundamental Saham Bank Tersebut. Jangan ambil keputusan hanya berdasarkan penurunan harga. Investor wajib melakukan pengecakkan , Apakah bank tersebut masih membukukan laba. Bagaimana rasio kesehatan nya. Apakah ada sanksi dari OJK atau BI. Apakah penurunan disebabkan sentimen sesaat atau masalah structural.
Jika secara fundamental masih bagus dan bank memiliki reputasi solid, turunnya harga bisa jadi kesempatan beli lebih murah.
Related News
Jelang Evaluasi MSCI: Antara Lega dan Waspada di Pasar Modal
Saham Bank Turun Terus, Ini Bukan Soal Dividen, Ini Soal Kepercayaan
Akar Masalah Joki Coretax
Sanksi Massal BEI: Penegakan Disiplin atau Compliance Semu?
Risiko PNM di bawah Kemenkeu
Kebijakan Bertubi-tubi Uji Kepercayaan Investor Pasar Modal RI





