EmitenNews.com - Kinerja pasar keuangan global di awal tahun 2026 diperkirakan relatif stabil namun tetap rentan terhadap perubahan sentimen. Ini seiring meredanya efek positif pemangkasan The Fed Desember 2025 dan potensi perubahan kebijakan perdagangan termasuk tarif serta risiko eskalasi konflik lintas kawasan.

Dalam riset Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Desember 2025 disebutkan, arus inflow ke emerging markets masih cukup terbuka namun tetap bervariasi. Menurut LPS, hal tu dipengaruhi faktor fundamental kinerja korporasi sektor teknologi dan ekonomi domestik.

Salah satu faktornya adalah spread imbal hasil dalam jangka pendek. Ini memberikan sentimen positif bagi inflow di pasar keuangan domestik.

"Namun dalam jangka menengah dibutuhkan faktor penggerak yang lebih struktural dari sisi kinerja ekonomi dan kebijakan sektoral yang pro-bisnis," bunyi riset itu.

Di sisi lain, pasca pemangkasan FFR sebesar 25bps pada FOMC Desember 2025, ekspektasi pasar memperkirakan The Fed akan melakukan pemangkasan terbatas di tahun 2026. Kebijakan itu berpotensi tertahannya tren penurunan yield US Treasury tenor 10 tahun.

Kondisi tersebut pun dinilai LPS dapat mempengaruhi laju kenaikan yield dan aliran inflow yang lebih besar ke emerging markets. Namun demikian, peningkatan inflow dana global ke pasar domestik belum sepenuhnya linier, terutama disebabkan masih terbatasnya opsi investasi di luar obligasi.

Sementara itu, kinerja indeks saham yang membaik dinilai belum mencerminkan fundamental kondisi ekonomi secara luas. Dari situ, investor terus mencermati langkah lanjutan kebijakan pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi lintas sektor yang lebih optimal.

"Terutama dengan tetap mengukur sisi risiko dari fluktuasi yield lintas kelas aset dan nilai tukar Rupiah," kata riset LPS. (*)