Saham Poultry dan Nikel Ini Terkekang Suspensi Jilid II, Berapa Lama?
:
0
Lantai perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara perdagangan saham PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk. (SIPD) dan PT Ifishdeco Tbk. (IFSH). Suspensi ini merupakan penghentian perdagangan jilid kedua usai sebelumnya disuspensi pertama kali pada (8/1) dan (12/1) dan diberlakukan sebagai langkah cooling down menyusul lonjakan harga yang dinilai sudah terlalu signifikan.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, dalam keterangan tertulis Selasa (13/1), menyampaikan bahwa penghentian sementara perdagangan saham SIPD dan IFSH dilakukan dalam rangka perlindungan investor.
Suspensi mulai efektif pada sesi I perdagangan Rabu, 14 Januari 2026, di pasar reguler dan pasar tunai hingga pengumuman bursa lebih lanjut. BEI juga mengimbau seluruh pihak untuk mencermati keterbukaan informasi yang disampaikan masing-masing emiten.
Sebelum suspensi diberlakukan, saham SIPD menunjukkan penguatan tajam. Pada perdagangan Selasa (13/1), saham emiten poultry tersebut ditutup menguat 5,61 persen ke level Rp1.600. Secara mingguan, SIPD telah melonjak 20,30 persen, sementara dalam sebulan terakhir melesat hingga 64,10 persen.
Tak hanya SIPD, saham emiten nikel PT Ifishdeco Tbk. (IFSH) juga disetop sementara setelah mencatat reli ekstrem. Saham IFSH terakhir tercatat melesat mentok Auto Rejection Atas (ARA) 25 persen ke level Rp2.100. Dalam sepekan, saham ini sudah melonjak 81,03 persen dan bahkan menembus kenaikan 162,50 persen dalam satu bulan
Dengan status suspensi kedua ini, saham SIPD dan IFSH diperkirakan akan berstatus Full Call Auction (FCA) usai jalani masa suspensi atau saat kembali diperdagangkan, dengan estimasi masa suspensi berpotensi hingga sekitar satu pek lamanya, menunggu evaluasi dan pengumuman lanjutan dari BEI. (*)
Related News
Rupiah Lewati Batas Psikologis Rp18.000, Ini Intensitas Intervensi BI
BEI Tegaskan RI Masih di Emerging Market, Tepis Isu Downgrade Pasar
Ekspektasi Tinggi RI Tetap Emerging Market MSCI, BEI Punya Alasan Ini
IHSG Melemah, BEI Tegaskan Fundamental Pasar Modal Masih Kuat
Merger Dua BPR di Bali dan NTB, OJK Ungkap Total Aset Jadi Rp799M
12 Emiten Kena Cap HSC BEI, Berikut Daftar Lengkapnya





