Saham Produsen GT Man (RICY) Top Loser, Direksi Jual Habis Kepemilikan
:
0
Merek pakaian dalam pria milik PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY)
EmitenNews.com - Saham PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) anjlok 11,9% ke level Rp111 per saham pada perdagangan hari ini, Kamis (7/5/2026). Harga saham produsen pakaian dalam pria merek GT Man tersebut bahkan berada di urutan teratas jajaran saham dengan penurunan terdalam alias top losers.
Penurunan tajam tersebut terjadi di tengah aksi jual seluruh kepemilikan saham oleh Direktur Perseroan, Tirta Heru Citra. Dalam keterbukaan informasi, Kamis (7/5/2026) Tirta Heru Citra dilaporkan menjual sebanyak 600.000 saham RICY yang sebelumnya dimiliki atau setara 0,09% kepemilikan. Dengan transaksi tersebut, kepemilikan sahamnya di Perseroan kini menjadi nol.
Sebelumnya, pada 28 April 2026, Tirta Heru Citra juga telah melepas 400.000 saham dari total kepemilikan 1 juta saham. Setelah transaksi tahap pertama tersebut, kepemilikan sahamnya tersisa 600.000 saham sebelum akhirnya seluruhnya dilepas.
Volatilitas Tinggi
Volatilitas saham emiten tekstil dan garmen ini memang tengah tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Sehari sebelumnya, saham ini sempat melonjak tajam ke Rp126 per saham dari posisi penutupan sebelumnya Rp95 per saham.
Pergerakan ekstrem tersebut bahkan sempat membuat Bursa Efek Indonesia menetapkan status pengawasan khusus Full Call Auction (FCA) terhadap saham RICY pada April 2026 lalu.
Menanggapi volatilitas tersebut, manajemen RICY sebelumnya telah menyampaikan surat jawaban kepada BEI dan menegaskan tidak mengetahui adanya fakta material yang dapat mempengaruhi pergerakan harga saham Perseroan.
Kinerja Keuangan 2023-2025
Kinerja keuangan RICY dalam periode tiga tahun terakhir jeblok. Penjualan di sepanjang 2025 turun deras menjadi Rp565,58 miliar dibanding Rp885,52 miliar pada 2024. Pada 2023 masih lumayan tinggi sebesar Rp868,48 miliar.
Perseroan juga rutin mencetak rugi yang terus meningkat pada periode dimaksud. Pada 2023, RICY cetak rugi Rp75,47 miliar, di tahun berikutnya rugi Rp116,47 miliar pada 2024, dan kembali mencatat rugi Rp366,43 miliar pada 2025.
Related News
Atasi Kendala Overcapacity, SMGR Pacu Ekspor dan Transformasi Bisnis
Usai Jual Aset Rp65M, Lancartama Sejati (TAMA) Ungkap Diakuisisi DBS
WSKT Catat Kontrak Baru Rp3,1 Triliun, Kebut Bandara Timor Leste
RATU Bagi Dividen Rp122,17 Miliar, 46 Persen Laba 2025
Aktor hingga Keponakan Luhut Kompak Mundur usai RAAM Merugi Rp34M
TAMA Minta Restu Pemegang Saham untuk Jual Aset Premium di Jaksel





