Saham RS Keluarga Eks Wapres Ambles Usai 14 Hari Disuspensi
Rumah Sakit milik emiten DKHH di Cibadak.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan pembukaan kembali saham dan waran Seri I yakni, PT Cipta Sarana Medika Tbk. (DKHH) dan DKHH-W, setelah sebelumnya disuspensi 14 hari lamanya sejak Senin (7/7/2025).
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, dalam keterangan tertulis menyampaikan bahwa perdagangan saham DKHH dan DKHH-W kembali dibuka suspensi kedua mulai sesi I perdagangan pada Selasa (22/7), baik di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai.
BEI menilai hal tersebut diambil sebagai tindakan preventif setelah terjadinya penurunan harga anjlok yang signifikan. Telah turun setidaknya 53,03% persen di harga Rp62 sejak harga perdana IPO yang pada saat listing (8/5/2025) berada pada level Rp132.
Suspensi kedua DKHH membuat sahamnya masuk ke papan pemantauan khusus atau Full-Call Auction (FCA). Pasca lepas suspensi pada perdagangan hari ini Selasa (22/7) terpantau kembali melanjutkan tren penurunan alias bearish downtrend dari DKHH hingga ke level Rp57 setara 8,06% penurunan.
Seperti diketahui Emiten milik keluarga manta Wapres Umar Wirahadikusuma, PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH), perusahaan penyedia layanan rumah sakit tipe C, resmi mencatatkan sahamnya sebagai emiten ke 13 yang tercatat di Bursa EFek INdonesia (BEI) tahun 2025.
DKHH dalam IPO melepas 530 juta saham baru atau 20,78% dari modal disetor penuh dengan harga penawaran Rp132 per saham. IPO ini berhasil menghimpun dana sebesar Rp69,96 miliar. Selain itu, DKHH juga menerbitkan 265 juta Waran Seri I
Related News
Tumbuh 176 Persen, SURGE (WIFI) Cetak Laba Rp632,9 Miliar di 2025
Pendapatan Meroket 147 Persen, Laba Bersih 2025 WIFI Lompat ke Rp408M
IPO Grup Sinarmas (WBSA) Pasang Harga Rp150–Rp170, Incar Dana Rp306M!
Aba-Aba Dividen Jumbo BBRI Rp52,56 Triliun! Setara 92 Persen Laba 2025
Lepas Dari Suspensi, Saham Grup Emtek (RSGK) Diserbu
Disuspensi BEI, Saham MGLV Potensi Digembok Hingga Sepekan





