Saham SK Hynix Melesat 12,76 Persen di Debut Nasdaq
:
0
Sebuah iklan yang memperingati pencatatan ADR SK hynix di Nasdaq muncul di papan reklame elektronik di Nasdaq Tower di Times Square, New York, pada tanggal 10 Juli (waktu setempat). (Foto: Korea JoongAng Daily)
EmitenNews.com - American Depositary Receipts (ADR) milik perusahaan semikonduktor asal Korea Selatan, SK Hynix, mencatat awal yang kuat dalam debutnya di bursa saham Nasdaq, Amerika Serikat. Pada perdagangan hari pertama, saham raksasa teknologi ini melonjak sebesar 12,76 persen dari harga penawaran awal sebesar 149 USD menjadi berakhir di level 168,01 USD per saham. Lonjakan tersebut membuat harga saham di pasar Amerika Serikat diperdagangkan dengan premi 16 persen lebih tinggi dibandingkan harga saham lokalnya di bursa Korea Selatan.
Secara teknis, ADR merupakan sertifikat yang membuktikan kepemilikan atas American Depositary Shares (ADS), sebuah mekanisme yang memungkinkan saham perusahaan asing untuk diperdagangkan di bursa saham Amerika Serikat tanpa prosedur mata uang yang rumit.
Dalam aksi korporasi ini, SK Hynix menerbitkan 17,79 juta saham baru atau 2,5 persen dari total sahamnya untuk dititipkan di Citibank selaku bank kustodian Amerika Serikat. Citibank kemudian memecah kepemilikan saham tersebut menjadi sepersepuluh bagian untuk menerbitkan 177,9 juta ADS, sehingga pembelian satu ADS setara dengan memiliki 0,1 saham asli SK Hynix.
Melalui pencatatan saham perdana ini, SK Hynix berhasil menghimpun dana segar mencapai 26,5 miliar USD. Perolehan tersebut menandai rekor penggalangan dana terbesar yang pernah dilakukan oleh perusahaan asing yang melantai di bursa efek Amerika Serikat.
Langkah strategis ini dinilai dapat memicu evaluasi ulang terhadap nilai korporasi yang selama ini dinilai lebih rendah dibandingkan para pesaing globalnya di Amerika Serikat, seperti Micron Technology.
Sam Conrad, manajer di Jupiter Asset Management yang berbasis di Singapura, menyatakan bahwa listing ini bisa berfungsi sebagai katalis untuk menilai kembali saham SK Hynix yang memiliki rasio harga terhadap pendapatan (PER) lebih rendah dari Micron.
Senada dengan hal itu, Richard Clode, manajer portofolio di Janus Henderson Inggris, menekankan bahwa listing ADR ini memberikan kesempatan pertama bagi investor luar negeri untuk berinvestasi pada pemimpin global di sektor memori AI (HBM).
Meskipun disambut positif, kekhawatiran juga muncul dari Wall Street terkait potensi arus modal keluar dari pasar domestik Korea Selatan ke Amerika Serikat. Rolf Bulk, kepala semikonduktor di Futurum Group, memperkirakan bahwa pangsa pasar HBM SK Hynix bisa turun ke angka 50 persen tahun ini dari sebelumnya 57 persen tahun lalu, sehingga ia tidak melihat masalah Korea Discount akan sepenuhnya selesai melalui langkah ini.
Perkembangan instrumen ADR ini turut memberikan konteks penting bagi industri pasar modal di Indonesia. Mekanisme serupa juga telah lama dimanfaatkan oleh korporasi besar Indonesia, seperti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sekaligus menggunakan fasilitas ADR untuk memperluas akses investor global di New York Stock Exchange (NYSE).
Keberhasilan emiten global seperti SK Hynix dalam memanfaatkan ADR membuktikan bahwa instrumen ini tetap menjadi strategi utama bagi perusahaan di negara berkembang untuk menarik likuiditas internasional di tengah era kecerdasan buatan.(*)
Related News
Ketegangan AS-Iran Juga Picu Lonjakan Harga Bensin dan Minyak Pemanas
Harga Emas Dunia Merosot Akibat Konflik Baru AS-Iran
Selat Hormuz Tegang, Harga Minyak Dunia Melonjak
RI Bidik Pasar AI USD70 Miliar dan Swasembada Chip Semikonduktor
Persaingan Sengit Mobil Hybrid Korea-China di Busan Mobility Show
Harga Laptop dan Ponsel Naik Bukan karena Nilai Tukar, Tapi Sebab Ini





