Saham SMCB Hingga BKSW Potensi Terdepak dari BEI, Ini Sebabnya
:
0
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi menghapus pencatatan saham secara paksa atau force delisting terhadap 78 emiten yang belum memenuhi ketentuan saham beredar di publik atau free float yang berlaku mulai 30 Januari 2024.
BEI dalam pengumuman resmi, Selasa (31/2024) menyampaikan terdapat 31 emiten yang akan dipindahkan ke papan pemantauan khusus karena belum memenuhi Ketentuan V.1. dari Peraturan No. I-A.
Dalam persyaratan tersebut, emiten dapat tetap tercatat di papan perdagangan bursa jika jumlah Saham Free Float paling sedikit 50 ribu saham dan paling sedikit 7,5 persen dari jumlah saham tercatat. Selain itu, emiten wajib memiliki pemegang saham paling sedikit 300 Nasabah pemilik SID.
Namun, hingga akhir tahun 2023, terdapat 78 emiten yang belum memenuhi ketentuan itu. 47 diantaranya telah lebih dahulu masuk papan pemantauan khusus, karena hal lain.
Sedangkan 31 emiten lainnya merupakan penghuni baru papan pemantauan khusus.
Pj.S Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad menegaskan, bursa dapat melakukan Suspensi Efek terhadap Perusahaan Tercatat yang berada di dalam Papan Pemantauan Khusus selama satu tahun berturut-turut.
“Kemudian, apabila masa Suspensi Efek telah mencapai 2 tahun, maka Bursa dapat melakukan delisting,” tegas Kautsar.
Related News
PART Mau Gelar Rights Issue dan Buyback, Simak Rinciannya!
GOTO ARB Day-1 Dibanjiri 1 Miliar Lot Jual, Morgan Stanley Juga Jualan
Batas Harga Rp1 Belum Berlaku, Morgan Stanley Jual 450 Juta Saham GOTO
Rencana EPAC di 3 November Nanti, Minta Restu Rights Issue & Buyback
Maybank Buka Jalur Halal ASEAN, Hubungkan Indonesia-Singapura-Malaysia
Muncul Aksi Nego Saham KETR Rp520 Miliar, Akuisisi Grup Sinarmas?





