EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga penutupan perdagangan sesi I siang hari ini Senin (26/9) ambles 1,22% atau 87,592 poin ke level 7.090,991.
Pelemahan IHSG di Sesi I dipicu oleh indeks sektoral DXENERGY turun -3,87%, IDXBASIC -1,50%, IDXINDUST -2,76%, IDXCYCLIC -0,79%, IDXNONCYC -0,95%, IDXHEALTH -0,35%, IDXFINANCE -0,36%, IDXPROPERT -0,76%, IDXTECHNO -2,11%, IDXINFRA -1,09%, dan IDXTRANS -0,88%.
Total volume perdagangan saham hingga sesi I siang hari ini mencapai 16,26 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 8,26 triliun. Sebanyak 430 saham turun, 137 saham naik, dan 125 saham stagnan.
Top loser LQ45 hingga sesi I adalah, Medco Energi International Tbk (MEDC) turun 6,53% ke Rp 930, Indika Energy Tbk (INDY) turun 6,12% ke Rp 3.070 dan Harum Energy Tbk (HRUM) turun 5,47% ke Rp 1.815. Sedangkan top gainers LQ45 - PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 2,99% ke Rp 860, Telkom Indonesia Tbk (TLKM) naik 0,68% ke Rp 4.410 dan Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 0,60% ke Rp 8.425.
Saham-saham yang yang mengalami kenaikan harga diantaranya EDGE sebesar Rp850 menjadi Rp22.500 per lembar dan MREI sebesar Rp650 menjadi Rp4.550 per lembar serta ADES sebesar Rp200 menjadi Rp7.400 per lembar.
Saham-saham yang mengalami penurunan harga diantaranya DSSA sebesar Rp2.000 menjadi Rp36.000 per lembar dan ITMG sebesar Rp1.650 menjadi Rp41.600 per lembar serta UNTR sebesar Rp1.425 menjadi Rp32.575 per lembar.
Saham-saham yang teraktif diperdagangkan diantaranya AMMS sebanyak 18.814 kali senilai Rp38,8 miliar kemudian BBRI sebanyak 17.163 kali senilai Rp492,1 miliar dan ADMR sebanyak 16.018 kali senilai Rp168,3 miliar.
Related News

OP Pangan Murah Salurkan 2.853 Ton Komoditas Selama Ramadan

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker