EmitenNews.com - Di tengah melemahnya IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan intraday Rabu (3/6/2026), saham-saham terdepak FTSE Russell terpantau mengalami melemah. Hanya satu saham yang masih bertahan di tengah gempuran aksi take profit investor.

Berdasarkan pantauan melalui RTI Business, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masih konsisten tiarap di level Rp50, lalu BUMA Internasional Grup (DOID) kian terperosok 3,85 persen atau turun 8 poin ke level Rp200.

Saham PT Nusantara Sejahtera Raya (CNMA) pun turut merasakan hal serupa, sahamnya melemah 2,13 persen atau turun 2 poin ke level Rp92. Sedangkan, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) terpantau rontok 3,39 persen atau turun 30 poin ke level Rp855.

Selain empat saham tersebut, berdasarkan pengumuman review indeks FTSE Russell pada Mei lalu, masih ada empat lainnya yang juga didominasi pelemahan. Meski demikian, satu saham emiten masih berdiri tangguh di zona hijau.

Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) misalnya, pada perdagangan intraday Rabu (3/6) menguat 12,20 persen atau naik 75 poin ke level Rp690. Berbeda dengan saat penutupan perdagangan kemarin, saham PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) justru terpantau melemah 1,62 persen atau naik 25 poin ke level Rp1.520.

Sedangkan dua saham lainnya, yakni PT Hillcon Tbk (HILL) masih berada di level Rp17, dan saham PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA) terpantau nai 2 poin atau 0,81 persen ke level Rp248.

Sejak dibuka, IHSG langsung anjlok 1,23 persen atau terpangkas 76,039 poin ke level 6.119,387. Bahkan, hingga sekitar pukul 10.00, IHSG makin terperosok 2,17 persen atau turun 134,737 poin menuju level 6.060,690.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta juga menilai meski tekanan jual dari rebalancing indeks oleh MSCI hampir mereda, pasar masih mencermati untuk potensi volatilitas baru imbas sentimen rebalancing indeks FTSE Russell.

Berdasarkan rilis yang diumumkan FTSE Russell pada edisi 1 Juni 2026 lalu, review kuartalan tersebut mulai efektif pada Senin 22 Juni 2026 mendatang. FTSE Russell juga menyampaikan bahwa perubahan tinjauan indeks tersebut masih memungkinkan terjadi revisi hingga penutupan perdagangan pada Jumat 5 Juni 2026 dan efektif pada 8 Juni 2026.

“Tekanan jual dari rebalancing indeks MSCI terpantau mulai merda, di sisi lain para pelaku pasar mulai mencermati dan ebrsiap menghadapi volatilitas baru dari sentimen rebalancing indeks FTSE Russell yang dijadwalkan efektif pada 22 Juni mendatang,” ujar Nafan, Rabu (3/6).