EmitenNews.com - Soho Global (SOHO) per 31 Maret 2026 meraup laba bersih Rp189,85 miliar. Melonjak 42,48 persen dari episode sama tahun lalu senilai Rp133,24 miliar. Menyusul hasil itu, laba per saham dasar menjadi Rp15 dari sebelumnya Rp10. 

Pendapatan Rp2,63 triliun, menciut tipis dari periode sama tahun lalu Rp2,67 triliun. Beban pokok pendapatan terkumpul Rp2,1 triliun, mengalami penyusutan dari fase sama tahun sebelumnya Rp2,22triliun. Laba kotor terkumpul Rp532,29 miliar, mengalami peningkatan dari tahun lalu senilai Rp449,93 miliar. 

Beban penjualan Rp241,39 miliar, bertambah dari Rp229,71 miliar. Beban umum dan administrasi Rp47,99 miliar, bengkak dari Rp38,84 miliar. Beban penelitian dan pengembangan Rp9,45 miliar, bertambah dari Rp7,53 miliar. Pendapatan lainnya Rp3,38 miliar,  melonjak dari Rp1,05 miliar. 

Laba usaha Rp236,45 miliar, melonjak signifikan dari Rp169,24 miliar. pendapatan keuangan Rp5,04 miliar, melesat dari Rp1,22 miliar. Biaya keuangan Rp145 juta, susut dari Rp304 juta. Beban pajak penghasilan badan Rp51,49 miliar, bengkak dari Rp36,9 miliar. Laba bersih periode berjalan Rp189,85 miliar, melejit dari Rp133,24 miliar. 

Total ekuitas Rp2,77 triliun, mengalami lonjakan dari akhir tahun sebelumnya Rp2,58 triliun. Jumlah liabbilitas Rp3,02 triliun, menyusut dari akhir tahun 2025 senilai Rp3,57 triliun. Jumlah aset Rp5,79 triliun, mengalami penyusutan dari Rp6,15 triliun. 

Sementara itu, pagi ini harga saham SOHO dibuka terkoreksi. Bertengger di level Rp1.605 per lembar setelah terpangkas 15 poin alias 0,93 persen. Kendati begitu, sejak awal tahun ini, saham SOHO menanjak 160 poin atau 11,07 persen dari edisi 2 Januari 2026 di level Rp1.445. (*)