EmitenNews.com - Harga saham PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) anjlok drastis dan menempati urutan pertama saham dengan penurunan harga terdalam (top losers) pada Jumat (9/10/2026). Pada penutupan perdagangan, saham TRIN tercatat merosot 14,29% menjadi Rp204 per saham.

Berdasarkan data RTI Business, volume perdagangan saham TRIN hari ini mencapai 53,3 juta saham, frekuensi 4.656 kali dan nilai transaksi total Rp11,9 miliar.

Penurunan signifikan harga TRIN terjadi usai pengumuman pengunduran diri Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo selaku Komisaris Utama Perseroan. Manajemen TRIN menyebut, keponakan Presiden Prabowo Subianto itu telah menyampaikan surat pengunduran diri pada Rabu, 7 Oktober 2026.

"Pengunduran diri tersebut selanjutnya akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perseroan," ujar Ishak Chandra Direktur Utama TRIN dalam keterbukaan informasi, Jumat (9/10/2026)

Meski demikian, lanjut Ishak, sampai dengan pengunduran diri tersebut berlaku efektif, Rahayu dipastikan tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya selaku Komisaris Utama Perseroan serta berkomitmen untuk mendukung kelancaran proses transisi, sesuai dengan proses dan ketentuan korporasi yang berlaku.

Pertahankan Kepemilikan

Ishak juga menegaskan, pengunduran diri ini tidak mengakhiri hubungan Rahayu dengan Perseroan. Ia tetap menjadi pemegang saham Perseroan, baik secara langsung maupun tidak langsung, dan akan terus berkontribusi bagi Perseroan dalam kapasitasnya sebagai pemegang saham. Rahayu diketahui menguasai 3,92% saham TRIN pada akhir September 2026.

"Visi yang Beliau bawa sejak bergabung dengan Perseroan, yaitu mendorong pembangunan gedung dan pengembangan properti yang lebih sadar dan ramah lingkungan, menghadirkan perspektif perempuan yang lebih kuat di sektor properti, serta mendorong kualitas dan keunggulan (excellence) dalam desain, akan tetap dilanjutkan oleh manajemen Perseroan," jelas Ishak.

Saham Anjlok Signifikan

Jika dilihat dalam periode satu pekan, harga saham TRIN mencatat pelemahan dalam yaitu sebesar 21,54% dan dalam periode sebulan merosot 50,72%.