Saham TUGU Melesat Sejak Awal Tahun, Ini Deretan Katalisnya!
:
0
Gedung Tugu Asuransi berdiri tegak. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Saham anak usaha Pertamina bidang asuransi umum, Asuransi Tugu Pratama Indonesia (TUGU) mencatat penguatan di awal tahun 2026. Analis menyoroti sejumlah faktor pemicu penguatan harga saham tersebut. Harga saham TUGU pada Rabu, 11 Februari 2026 bertengger di level Rp1.340 per helai, naik 4,7 perssen.
Lonjakan tersebut mengantarkan saham TUGU mencatat kenaikan 15 persen secara penutupan akhir tahun 2025 di posisi Rp1.165 per lembar. Lompatan harga saham TUGU itu, terbilang istimewa karena kontras dengan kondisi pasar saham domestik justru tertekan awal tahun. Saham TUGU terbukti unggul (outperform) dibanding kinerja indeks sektoral maupun pasar secara keseluruhan.
Pasalnya, secara year-to-date (ytd) hingga 11 Februari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru mencatat koreksi 4,1 persen, sedang indeks sektor keuangan juga susut 5 persen. Itu mengukuhkan posisi TUGU sebagai saham defensif pilihan investor.
Equity Research Analyst Trimegah Sekuritas, Kharel Devin, menjabarkan setidaknya ada tiga katalis positif utama penopang kinerja saham TUGU: kinerja keuangan solid, valuasi murah, hingga aspek permodalan kuat.
“Pasar saat lalu sempat dilanda euphoria dengan IHSG tahun lalu catat return 23 persen, dan kalau dilihat valuasi saham TUGU masih sangat terdiskon. Kalau IHSG valuasinya 2,6x Price to Book Value (PBV), sektor keuangan 1,6x PBV, TUGU hanya 0,4x PBV. Jadi, wajar kalau re-rating” ungkapnya.
Menurutnya gap valuasi antara saham TUGU dengan sektor maupun pasar secara keseluruhan yang terlampau jauh membuat saham TUGU menjadi semakin menarik di mata investor. Ia juga menuturkan kinerja pasar saham domestik naik signifikan sehingga secara valuasi sudah ke area zona premium membuat investor lebih melirik saham-saham dengan valuasi lebih rasional, dan terdiskon sebagai antisipasi jika terjadi koreksi.
Itu juga membuat likuiditas perdagangan saham TUGU melonjak di awal tahun. Sebagai gambaran, rata-rata nilai perdagangan saham TUGU secara harian di tahun 2025 mencapai Rp3,5 miliar. Namun di sepanjang tahun 2026, rata-rata nilai transaksi per harinya tembus Rp8,5 miliar atau melonjak lebih dari 2x.
Menurut Kharel, selain valuasi yang murah, TUGU juga didukung dengan permodalan yang tebal dan kuat. Ekuitas TUGU (parent only) mencapai Rp6,2 triliun sedangkan ekuitas konsolidasi hampir Rp11 triliun. Ditambah lagi rasio solvabilitas TUGU yang tinggi dengan rasio RBC (parent only) 404 persen per Desember 2025.
“Dengan ekuitas tebal dan kuat, TUGU jauh lebih dari siap untuk menghadapi implementasi POJK ketentuan modal minimum industry asuransi yang rencananya tahun ini. Di saat banyak perusahaan asuransi umum lain harus fokus mencari modal tambahan agar memenuhi aturan, TUGU lebih siap untuk ekspansi bisnis” tuturnya.
Berdasar POJK nomor 23 tahun 2023, perusahaan asuransi baik umum maupun jiwa diwajibkan memiliki ekuitas minimum sebesar Rp250 miliar pada tahun 2026 ini. Di tengah kondisi tersebut masih banyak perusahaan asuransi yang belum memenuhi ketentuan. Nah, dari sisi kinerja, TUGU diekspektasi tetap mencatat performa solid tahun 2025 meski telah menerapkan standar akuntansi baru (PSAK 117) yang mengharuskan penyajian kembali (restatement) laporan tahun 2024.
Related News
JAST Dukung Penguatan Layanan 112, Kunci Kolaborasi Indonesia-Korsel
Indeks LQ45 Terperosok, Efek Rebalancing MSCI?
Siloam Hospitals (SILO) Tunda Pembagian Dividen, Ini Alasannya
Indocement (INTP) Ganti Direktur Anak Usaha PT Indomix Perkasa
Perjalanan Alfamart (AMRT) Milik Djoko Susanto, Hingga Didepak MSCI
Emiten Grup Djarum Blibli Minta Restu Terbitkan 9,5 Miliar Saham Baru





