EmitenNews.com - Saiko Consultancy Pte Ltd mencaplok 1,05 miliar saham Hassana Boga (NAYZ). Saham setara 41,18 persen itu, dieksekusi dari pangkuan Asia Intrainvesta. Negosiasi rencana akuisisi tersebut telah dilakukan pada 24 April 2026. 

”Pada tanggal diumumkannya informasi ini, pembeli yaitu Saiko Consultancy tidak memiliki kepemilikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, atas saham perseroan,” tegas Arief Banang Trinovan, Direktur Utama Hassana Boga.

Setelah penyelesaian pengambilalihan tersebut, sebagai pengendali baru perseroan, calon pengendali baru yaitu Saiko akan melaksanakan penawaran tender wajib sesuai dengan ketentuan dalam POJK 9/2018. Pelaksanaan akuisisi maupun penawaran tender wajib akan dilakukan dengan memperhatikan ketentuan berlaku, termasuk ketentuan bidang pasar modal.

Tidak disangkal, belakangan ini Asia Intrainvesta agresif melepas saham perseroan. Pada 2 April 2026, Asia melego 125 juta lembar dengan harga Rp23-24 per saham senilai Rp2,94 miliar. Transaksi divestasi Asia dilakukan dua kali pada 2 April 2026. Pertama, Asia melepas 62,5 juta saham dengan harga Rp23 per saham sejumlah Rp1,44 miliar. 

Kedua, Asia menjual 62,5 juta helai pada Rp24 per lembar senilai Rp1,5 miliar. Tak pelak aksi pengendali baru itu, mendapat sambutan luas pelaku pasar. Kemarin saham Hassana melejit 5 poin alias 6,49 persen menjadi Rp82 per lembar. Padahal, jamak diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tengah memerah.

Kalau dikalkulasi dalam tempo satu bulan terakhir, saham NAYZ telah menanjak 13 poin setara dengan 18,84 persen dibanding episode awal tahun yaitu 2 Januari 2026 di level Rp69. Apakah lompatan saham NAYZ terus meroket? (*)