Sajikan Layanan Terpadu, Indonesia Kendaraan (IPCC) Garap Bisnis PDC
EmitenNews.com - PT Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) menggarap bisnis pelayanan sebelum pengiriman kendaraan alias pre delivery center (PDC). Bisnis rantai pasok mewajibkan perseroan mulai dari hulu hingga hilir.
”Bicara industri otomotif mulai produksi, penggunaan bahan, penanganan logistik, distribusi, dan transportasi dari pabrik hingga sampai end users," tulis Agus Hendrianto, Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis Indonesia Kendaraan Terminal.
Sebagai pengelolaan dan penyediaan terminal dengan segala fasilitas, infrastruktur, dan berbagai sumber daya pendukung lain, Indonesia Terminal mendukung kegiatan transportasi, dan distribusi kendaraan. Dalam pengembangan inovasi bisnis, berekspansi untuk memberi layanan terintegrasi berupa Car(go) Distribution Management. Salah satunya ialah Layanan lapangan penumpukan kargo sebelum didistribusikan via darat.
Ya, layanan itu berupa pre delivery center (PDC). Layanan ini sukses diwujudkan berkat dukungan sumber daya manusia dengan standardisasi pelayanan kelas dunia. Dukungan itu, menjadi keharusan untuk mewujudkan excellent operation dalam layanan IPCC.
IPCC masuk PDC bagian dari realisasi komitmen menyediakan layanan-layanan pada ekosistem rantai distribusi kargo otomotif. Itu seiring langkah perseroan untuk merealisasikan spirit of “Beyond The Gate”. Di mana, IPCC masuk peluang bisnis baru dalam pengembangan bisnis layanan penampungan kendaraan dilakukan di luar Pelabuhan atau terminal. Saat ini, Hyundai Motor Indonesia pelanggan perdana menggunakan layanan anyar tersebut.
Hyundai Motor Indonesia diklaim puas dengan kesiapan layanan, fasilitas, keamanan memadai, dan kegiatan operasional lain. IPCC masuk bisnis PDC karena makin pesat produksi kendaraan, dan distribusi kendaraan menumpuk sebelum distribusi ke sejumlah outlet. Area penumpukan itu, biasanya dicari produsen kendaraan untuk menampung kendaraan setelah diproduksi.
Itu menjadi biaya tambahan bagi produsen kendaraan yang akan menempatkan kargo kendaraan di luar pabrik. Dengan layanan PDC itu, car maker bisa memanfaatkan layanan terintegrasi disediakan IPCC alias paket layanan bongkar muat. Menilik peluang itu, tidak tertutup kemungkinan IPCC dapat menjalin kerja sama PDC ke sejumlah pabrikan otomotif. (*)
Related News
Perkuat Segmen B2B, Wahana Interfood Targetkan Kinerja Naik 50 Persen
Kantongi Laba Rp643M di 2025, Ini Strategi Blue Bird (BIRD) 2026
Bangkit dari Rugi, Laba Phapros (PEHA) Melenting 109 Persen di 2025
Investor Waspada! Saham KRYA Anjlok 65%, Data Pengendali Simpang Siur
Laba Emiten Jasa Konstruksi NRCA Melonjak 115 Persen Sepanjang 2025
Emiten Furnitur Chitose (CINT) Raih Lonjakan Penjualan dan Laba 2025





