EmitenNews.com - Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) terus memperkuat posisi sebagai bank syariah dengan fokus mendampingi segmen ultra mikro Indonesia. Kinerja laba tetap ditopang kualitas pembiayaan sehat, mencerminkan perilaku unggul dilakukan nasabah dalam mengelola usaha, dan efektivitas pendampingan secara konsisten oleh BTPN Syariah.

Bagi BTPN Syariah, kualitas pembiayaan tidak hanya mencerminkan kesehatan bisnis bank, tetapi juga menjadi indikator pertumbuhan kapasitas, dan daya tahan nasabah. Selama 12 tahun terakhir, BTPN Syariah memberikan akses keuangan sekaligus pendampingan bagi segmen ultra mikro dalam mengembangkan usaha, dan menciptakan kehidupan lebih berarti bagi keluarga.

Pendampingan dilakukan fokus dalam membangun empat perilaku unggul (Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu – BDKS), agar mampu bertahan dalam berbagai situasi. Pada saat bersamaan, BTPN Syariah juga membuka ruang pertumbuhan baru pada pengembangan pembiayaan non-komunitas, merupakan bagian dari strategi jangka panjang, seperti pinjaman individu, dan pinjaman kepada lembaga non keuangan.

Melalui perluasan segmen pembiayaan itu, BTPN Syariah berupaya memperkuat fondasi bisnis, membuka peluang pertumbuhan baru, berkelanjutan, dan menciptakan nilai lebih besar bagi seluruh pemangku kepentingan. “Kami terus memperkokoh fondasi melalui kualitas pembiayaan sehat, dan bertumbuh lebih beragam melalui pengembangan inisiatif baru bagi nasabah. Makin besar dampak kami hadirkan bagi nasabah, makin kuat pula pertumbuhan berkelanjutan dapat kami ciptakan,” tutur Fachmy Achmad, Direktur BTPN Syariah.

Adapun sepanjang semester pertama 2026, BTPN Syariah mengemas laba bersih Rp655 miliar, naik 1,8 persen dari Rp643,83 miliar. Aset mencapai Rp23 triliun, tumbuh 8 persen secara YoY, sementara penyaluran pembiayaan mencapai Rp11 triliun, tumbuh 9 persen secara YoY dengan rasio keuangan tetap solid, tercermin dari Return on Asset (RoA) 7,2 persen, dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 58,7 persen. (*)