Satgas Pangan Polri Periksa Empat Produsen Beras Nakal
:
0
Satgas Pangan investigasi temuan 212 merek beras kemasan yang melanggar ketentuan. Dok. Tribrata News.
EmitenNews.com - Pemeriksaan temuan Kementerian Pertanian soal 212 merek beras yang tidak memenuhi standar mutu pada 10 provinsi, mulai bergulir. Satgas Pangan Polri memeriksa empat produsen beras terkait dugaan pelanggaran mutu dan takaran, di Bareskrim Polri, Kamis (10/7/2025).
Kepala Satuan Tugas Pangan Polri Brigjen Helfi Assegaf mengungkapkan hal tersebut kepada pers, Jumat (11/7/2025).
Salah satu dari empat produsen yang diperiksa itu yakni Wilmar Group (WG) terkait produk Sania, Sovia dan Fortune. Pemeriksaan dilakukan setelah Satgas Pangan Polri melakukan pengecekan dan pemeriksaan 10 sampel dari Aceh, Lampung, Sulawesi Selatan, Yogyakarta, dan Jabodetabek.
Kedua, PT Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ) terkait produk merek merk Alfamidi Setra Pulen, Beras Premium Setra Ramos, Beras Pulen Wangi, Food Station, Ramos Premium, Setra Pulen, dan Setra Ramos.
Pemeriksaan terhadap FSTJ ini dilakukan setelah mengambil sembilan sampel dari Aceh, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Ketiga, PT Belitang Panen Raya (BPR) dengan produk Raja Platinum, dan Raja Ultima. Pemeriksaan berjalan setelah tim penyidik mengambil tujuh sampel yang bersumber dari Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Aceh, dan Jabodetabek.
Terakhir, PT Sentosa Utama Lestari/Japfa Group (SUL/JG). Pemeriksaan dilakukan usai mengambil tiga sampel dari Yogyakarta dan Jabodetabek.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan temuan 212 merek beras di 10 provinsi yang tak memenuhi standar mutu. Hal itu berdasarkan investigasi yang mengevaluasi mutu dan harga beras yang beredar di pasaran. Mentan lalu melaporkan para produsen nakal itu, ke Kapolri, dan Jaksa Agung.
Investigasi dilakukan pada periode 6 hingga 23 Juni 2025 ini mencakup 268 sampel beras dari 212 merek yang tersebar di 10 provinsi. Sampel ini melibatkan dua kategori beras, yaitu premium dan medium, dengan fokus utama pada parameter mutu, seperti kadar air, persentase beras kepala, butir patah, dan derajat sosoh.
Hasil investigasi menunjukkan, sebanyak 85,56 persen beras premium yang diuji tidak sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan.
Related News
Silmy Karim Didakwa Peras Penjamin WNA Rp168,92M, JPU Bongkar Modusnya
Kata Pandu Sjahrir Soal Polemik Supra Sekuritas
Kasus Suap HGB Summarecon Agung, MAKI Desak KPK Jemput Paksa Nusron
KPK Usul Aset Pejabat yang tidak Dilaporkan ke LHKPN Bisa Disita
Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, PM Wong Ingatkan Ini
Pertamina Jamin Pasokan BBM Memadai di Tiap Daerah, Ini yang Dilakukan





