EmitenNews.com -PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), yang bertempat di Hotel Langham Jakarta. Pada RUPST hari ini Perseroan melaporkan kinerja tahunan, sepanjang tahun 2025 Perseroan mencatatkan peningkatan kinerja operasional yang tercermin dari pertumbuhan produksi serta optimalisasi utilisasi fasilitas pengolahan. Hingga akhir tahun 2025, Perseroan membukukan pendapatan sekitar Rp14,81 triliun, meningkat sekitar 42,91% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kontribusi utama berasal dari segmen minyak dan lemak nabati. 

Sehubungan dengan hasil RUPST Perseroan hari ini, Direksi PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) dengan persetujuan Dewan Komisaris akan melakukan pembagian dividen sebesar Rp800.000.000.000 (Rp800 miliar) atau sejumlah Rp 83,99 per saham atau 68,92%% dari Laba Tahun Berjalan Yang Diatribusikan, didistribusikan sebagai dividen kepada pemegang saham secara proporsional sesuai persentase kepemilikan sahamnya. 

Sisa dari laba bersih Perseroan yaitu sebesar Rp360.696.736.000, atau 31,08% (tiga puluh satu koma nol delapan persen) dari laba bersih akan dimasukan sebagai cadangan lainnya yang akan menambah saldo laba ditahan. Salah satu agenda RUPST hari ini adalah persetujuan pengangkatan kembali Bapak Rimbun Situmorang sebagai Komisaris Perseroan.

Pengangkatan kembali Bapak Rimbun Situmorang merupakan bentuk komitmen Perseroan untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dan memastikan pengawasan yang efektif terhadap jalannya perusahaan.

Direktur Utama SSMS Jap Hartono mengatakan, Perseroan terus memperkuat tata kelola keberlanjutan melalui peningkatan sistem ketertelusuran rantai pasok, penerapan praktik perkebunan berkelanjutan, serta pemenuhan berbagai standar sertifikasi internasional maupun nasional, seperti pemenuhan sertifikasi RSPO dan ISPO. Langkah ini tidak hanya memastikan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga memperkuat posisi Perseroan sebagai produsen kelapa sawit yang bertanggung jawab dan berdaya saing global.

Melalui pengelolaan operasional yang disiplin serta penguatan tata kelola keberlanjutan, Perseroan mampu menjaga stabilitas kinerja di tengah dinamika industri yang terus berkembang. 

Jap Hartono melanjutkan, dalam memandang tahun 2026, Perseroan meyakini prospek industri kelapa sawit tetap berada pada jalur pertumbuhan yang positif. Permintaan global terhadap minyak nabati diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan populasi, perkembangan industri pangan, serta meningkatnya kebutuhan energi alternatif yang lebih berkelanjutan.

Dari sisi kinerja, profitabilitas Perseroan juga menunjukkan penguatan yang signifikan. Laba tahun berjalan setelah efek penyesuaian proforma tercatat sekitar Rp1,39 triliun, meningkat sekitar 67,43% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara peningkatan volume produksi dan pengendalian biaya operasional sehingga mampu mempertahankan margin usaha di tengah fluktuasi harga komoditas global. Total aset Perseroan mengalami peningkatan sebesar 14,43% dari Rp11,87 triliun di tahun 2024 menjadi Rp13,58 triliun di tahun 2025.

Kenaikan pada total aset terutama didorong oleh akuisisi PT Sawit Mandiri Lestari (SML) yang memperluas basis aset Perseroan. Ekuitas di tahun 2025 meningkat sebesar 1,98% menjadi Rp2,94 triliun di tahun 2025 dari Rp2,89 triliun di tahun 2024. Peningkatan ini terutama didorong oleh laba tahun berjalan. Di tahun 2025, pada sisi penjualan Perseroan berhasil membukukan penjualan sebesar Rp14,81 triliun, meningkat sebesar Rp4,45 triliun atau sebesar 42,91% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp10,37 triliun.