EmitenNews.com - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menargetkan produksi 520,000 Mt minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) tahun 2021. Itu berarti naik 10 persen hingga 15 persen dibandingkan realisasi produksi 2020. SSMS menjadikan Tren kenaikan harga CPO global saat ini menjadi momentum tepat untuk menggenjot produksi CPO. Dalam rangka optimalisasi produksi CPO, SSMS memenuhi kebutuhan bahan baku, salah satunya dengan membeli buah sawit dari pihak ketiga.

 

"Kami yakin harga CPO masih dalam tren kenaikan seiring dengan dampak La Nina dan CPO dunia yang sudah melewati masa produksinya," kata Direktur Keuangan PT. Sawit Sumbermas Sarana, Hartono Jap, kepada pers, di Jakarta, Rabu (10/3/2021).

 

Selain itu, secara jangka panjang produksi CPO perseroan dipastikan terus meningkat seiring dengan profil usia perkebunan yang masih berada pada usia produksi prima. Untuk optimalisasi produksi CPO, perseron juga membeli buah sawit dari pihak ketiga, selain tentu mengandalkan produksi sendiri ditambah group perusahaan..

 

Saat ini hilirisasi SSMS menghasilkan produk RBDPO (refined, bleached, and deodorized palm oil) tetapi belum sepenuhnya memenuhi kapasitas. Oleh karena itu kapasitas secara bertahap ditingkatkan dengan produk-produk turunan lainnya. Peningkatan kapasitas ini didukung dengan selesainya proses akuisisi saham PT Citra Borneo Utama (CBU) oleh SSMS pada Desember 2020.


PT Citra Borneo Utama adalah perusahaan pengolahan kelapa sawit, yang memproduksi turunan minyak sawit atau crude palm oil (CPO) untuk tujuan ekspor ke sejumlah negara. Antara lain India, China, Pakistan, dan Bangladesh.

 

Sementara itu SSMS menyambut baik kebijakan pemerintah Swiss yang mengizinkan masuknya produk CPO Indonesia, sebagai tindak lanjut perjanjian perdagangan bebas antara RI-Swiss. Menurut Hartono Jap, keputusan Swiss itu, jelas kabar positif bagi CPO Indonesia. Meski nilai perdagangan dengan Swiss tidak besar, namun persetujuan ini akan mendorong branding produk sawit RI yang sudah berstandar global.


"Meski tradingnya nggak besar, Swiss dari segi branding impactnya sangat besar. Karena kalau Swiss yang biasa menerapkan standar tinggi bisa terima CPO Indonesia, berarti CPO kita sudah memenuhi standar dunia," katanya.

 

Dengan diterimanya CPO dan produk Indonesia lainnya oleh Swiss, Hartono berharap negara-negara lain terutama di kawasan Eropa juga membuka pintu bagi produk Indonesia. "Produk CPO kita lumayan besar permintaannya. Dari Cina, India, bahkan Afrika pun besar. Kalau ada tambahan dari Eropa, tentu bagus."

 

Sekretaris Perusahaan PT SSMS, Swasti Kartikaningtyas, menjelaskan perseroan tengah fokus memperkuat strategi penghiliran bisnis dengan meningkatkan utilitas pabrik penyulingan kelapa sawit. Utilitas pabrik penyulingan kelapa sawit, kata dia, diupayakan mencapai 100 persen dari sebelumnya sebesar 70 persen dari total kapasitas 2.500 ton per hari.

 

Untuk mengoptipmalkan pabrik pengolahan CPO, SSMS melakukan optimalisasi terhadap konsistensi dalam melaksanakan perawatan dan juga pemupukan tanaman. Tentunya semua kegiatan operasional dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. ***