EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan seluruh saham high shareholding concentration (HSC) telah dikeluarkan dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik juga menerangkan selain saham HSC, saham-saham yang berada di papan akselerasi juga tidak diperhitungan dalam IHSG.

“Di hari Jumat setelah pasar tutup, seluruh saham HSC sudah dikeluarkan dari mesin perhitungan indeks. Dan selama ini, kan, saham-saham di papan akselerasi juga tidak diperhitungkan,” ujar Jeffrey kepada wartawan, Senin (2/11/2026).

Jika merujuk data bursa, terdapat 124 saham yang tidak diperhitungkan dalam indeks. Masing-masing 81 saham HSC dan 43 saham yang berada di papan akselerasi.

Sementara itu, berdasarkan Pengumuman BEI No. Peng-00204/BEI.POP/10-2026 tanggal 26 Oktober 2026, total saham-saham yang masih diperhitungkan dalam IHSG yakni sebanyak 837 saham.

Usai diberlakukan, menjelang penutupan sesi I perdagangan Senin (2/11/2026), IHSG terpantau menguat 1,14 persen atau +57,496 poin ke level 5.114,546.