Sejahteraraya (SRAJ) Anggarkan Ekspansi Rumah Sakit Rp350M di 2025
:
0
Salah satu rumah sakit yang dikelola SRAJ.
EmitenNews.com - Emiten Pengelola Rumah Sakit Mayapada Hospitals PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp350 miliar pada tahun 2025.
Corporate Secretary SRAJ, Arie Farisandi menuturkan, pada tahun 2025 Perseroan akan melanjutkan pembangunan Mayapada Hospital Jakarta Timur serta memulai pembangunan Mayapada Apollo Batam Internasional Hospital dan proyek perluasan Mayapada Hospital Jakarta Selatan.
Ia menambahkan, Perseroan menargetkan untuk memiliki 10-12 rumah sakit di kota besar serta tetap fokus untuk mengoptimalkan operasional rumah sakit yang sudah ada. Pengembangan ini akan memberikan dampak positif terhadap pengembangan Perseroan ke depannya.
"Perseroan menargetkan untuk memiliki 10-12 rumah sakit di kota besar serta tetap fokus untuk mengoptimalkan operasional rumah sakit yang sudah ada. Salah satu program internal yang dilakukan oleh Perseroan adalah "Deliver Be-er Care" untuk memberikan pengalaman "Experience Be-er Care" bagi pasien.
Dalam program internal tersebut, Perseroan fokus dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk meningkatkan pa5ent safety, service quality, dan pasent experience. Perseroan juga terus mengembangkan layanan kesehatan yang diberikan melalui penambahan jumlah dokter spesialisasi," pungkasnya.
Di tahun 2024 ini, Perseroan telah membuka 1 unit rumah sakit yang baru yaitu Mayapada Hospital Nusantara yang berlokasi di Ibu Kota Nusantara. Dengan adanya penambahan ini maka Perseroan telah memiliki 7 unit rumah sakit, yaitu Mayapada Hospital Tangerang, Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Mayapada Hospital Bogor, Mayapada Hospital Kuningan, Mayapada Hospital Surabaya, Mayapada Hospital Bandung, dan Mayapada Hospital Nusantara. Perseroan juga terus berkomitmen dalam mengembangkan dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang diberikan. Ini dapat terlihat melalui angka pendapatan Perseroan di 2024 yang tumbuh diatas 20% dan EBITDA yang tumbuh di atas 30%.
Related News
Repower Asia (REAL) Berbalik dari Rugi Menjadi Laba pada Juni 2026
Laba CINT Melenting 384 Persen Semester I 2026
Pendapatan Moncer, Laba Emiten Prajogo (BRPT) Drop 64,71 Persen
Paruh I 2026, Bisnis Tol META Menguat Signifikan
Emiten Distributor Alat Kesehatan ini Raup Laba Rp221M di Q2-2026
Kinerja Apik, INPP Tabulasi Laba Rp141,98 Miliar





