Sejarah Baru, 700 Unit Mobil CBU Toyota Astra Dikirim dari Pelabuhan Patimban ke Belawan
EmitenNews.com - Pelabuhan Patimban mencatatkan sejarah. Sebanyak 700 unit mobil dikirim dengan kapal KM Serasi V dari pelabuhan yang terletak di Kabupaten Subang, Jawa Barat itu, menuju Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara. Inilah pelayaran perdana terkait dibukanya Trayek Patimban - Belawan dan Batam.
Dalam keterangannya yang dikutip Selasa (5/10/2021), Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Capt Mugen Sartoto mengatakan, kapal tersebut berangkat Selasa dini hari. Pengiriman ratusan mobil CBU itu, didominasi merek Toyota (PT Toyota Astra Motor). Semuanya diangkut dengan KM Serasi V milik PT Toyofuji Serasi Indonesia yang memiliki kapasitas mencapai 800 mobil.
Sebelumnya, sudah beroperasi pengiriman kendaraan melalui Patimban ke Pelabuhan Panjang, Pelabuhan Pontianak, dan Pelabuhan Banjarmasin. Namun kali ini merupakan pengiriman paling banyak. Uji coba pengiriman mobil dari Pelabuhan Patimban telah dilakukan pada Desember 2020.
Berdasarkan hasil kajian Kemenhub bersama Gaikindo, selain ekspor dalam negeri, ekspor kendaraan ke Amerika Latin, Amerika Utara, sampai Afrika, bisa meningkat dengan adanya Pelabuhan Patimban.
Sejak awal dibangun Pelabuhan Patimban memang dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja ekspor industri dalam negeri, khususnya sektor otomotif. Untuk memudahkan dan meningkatkan pengiriman mobil dalam bentuk jadi atau Completely Built Up (CBU) dari industri di sekitar Karawang lebih efisien melalui Pelabuhan Patimban. Baik untuk ke pasar ekspor maupun dalam negeri.
Pasalnya, Pelabuhan Patimban berada di wilayah strategis dan dekat dengan pusat sektor otomotif nasional. Kapasitas terminal Pelabuhan Patimban di Fase 1-1 mencapai 218.00 CBU/tahun dan 250.00 TEUs per tahun. ***
Related News
Purbaya: Lewat Batas, Anggaran Tak Terpakai, Kita Tarik atau Hangus!
Jelang Tutup Tahun, DJP Rilis Sudah 11 Juta WP Aktivasi Coretax
Harga Emas Antam Hari ini Tetap di Rp2.501.000 per Gram
Ekonom: Perlu Evaluasi Ulang Kebijakan Sebelum Implementasi B50
Menteri Rosan Ungkap, Realisasi Investasi 2025 Tembus Rp1.905 Triliun
BI Rate 2025 vs 2024, Bagaimana Arah Kebijakan Bank Indonesia di 2026?





