Selat Hormuz Dibuka, Pertamina Gercep Siapkan Kembalinya Dua Tanker
:
0
PT Pertamina International Shipping (PIS) gercep, menyiapkan rencana pelayaran dua kapal yang sudah sebulan tertahan karena blokade Selat Hormuz.
EmitenNews.com - Selat Hormuz dibuka. Iran akhirnya membuka penuh salah satu kawasan penting untuk lalu lintas kapal komersial di tingkat global itu. Menyambut keputusan penting di tengah gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang baru saja disepakati itu, PT Pertamina International Shipping (PIS) gercep, menyiapkan rencana pelayaran dua kapal yang sudah sebulan tertahan karena blokade Selat Hormuz.
Dalam keterangannya yang dikutip Sabtu (18/4/2026), manajemen PIS menyatakan siaga memantau secara intensif dan menyiapkan perencanaan pelayaran yang aman agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz.
"Strategi yang disiapkan meliputi penyusunan rute, identifikasi risiko, navigasi elektronik, serta penyiapan rencana kontijensi," kata PIS dalam keterangannya, Sabtu (18/4/2026).
PIS mengungkapkan tengah aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, salah satunya dengan Kementerian Luar Negeri yang dinilai sangat membantu menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait.
Perusahaan juga berkoordinasi dengan perusahaan asuransi, ship management, pemilik kargo, serta otoritas setempat, guna memastikan seluruh prosedur perizinan dapat terpenuhi dengan baik. Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan awak kapal, serta keamanan kapal dan seluruh muatannya.
Seperti diketahui pemerintah Iran dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat (17/4/2026) sama-sama menyatakan bahwa Selat Hormuz kini terbuka bagi kapal komersial. Pernyataan yang muncul di tengah gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang mulai berlaku sehari sebelumnya itu, memicu optimisme hati-hati di pasar dan komunitas internasional.
Jumat itu,Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut jalur tersebut telah "sepenuhnya terbuka". "Ia 'dinyatakan sepenuhnya terbuka' dan akan tetap terbuka selama sisa periode gencatan senjata 10 hari Israel-Lebanon.
Kapal-kapal tetap harus mengikuti jalur khusus yang telah ditentukan otoritas maritim Iran
Dalam pernyataan resmi pada Jumat (17/4/2026), Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menegaskan bahwa jalur pelayaran vital tersebut kini kembali dapat dilalui secara normal, meskipun dengan sejumlah ketentuan teknis.
"Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi seluruh kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata," kata Araghchi dalam unggahan di media sosial.
Satu hal, Araghchi menambahkan bahwa kapal-kapal tetap harus mengikuti jalur khusus yang telah ditentukan otoritas maritim Iran. Kapal diwajibkan melintas melalui "jalur terkoordinasi" guna memastikan keamanan dan kelancaran navigasi selama masa gencatan senjata berlangsung.
Apapun langkah ini disambut positif oleh Amerika Serikat. Presiden Donald Trump secara terbuka menyampaikan apresiasinya terhadap keputusan Teheran melalui media sosial.
Bagusnya lagi, di pasar global, dampak pengumuman itu terasa seketika. Harga minyak dunia anjlok lebih dari 11% setelah pengumuman tersebut, yang jelas mencerminkan ekspektasi pasar terhadap pulihnya arus pasokan energi dari kawasan Teluk. ***
Related News
Surati Presiden, Ini Harapan Andrie Yunus Korban Penyiraman Air Keras
Pemerintah Garap 34 Proyek Sampah Jadi Listrik Sampai 2027
KPK Identifikasi 8 Potensi Korupsi Program MBG, Beri 7 Rekomendasi
Harga Pastik Melonjak, Legislator Dorong Optimalisasi Bank Sampah
RSJPD Harapan Kita Tokushukai Hadirkan Teknologi Smart Hospital
VIVA Apotek Akuisisi Farmaku, Perkuat Ekspansi Menambah Jaringan Gerai





