Selat Hormuz Memanas, IHSG Cenderung Koreksi
:
0
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kembali ditutup menguat. Itu ditopang lonjakan saham teknologi berkapitalisasi besar. Beberapa emiten berkapitalisasi tidak kecil mencatat kenaikan cukup signifikan antara lain saham Nvidia 4,03 persen, dan Meta 5,97 persen.
Kenaikan Meta terjadi setelah Bank of America mempertahankan rekomendasi beli, dan memo internal telah direview Reuters mengindikasikan perusahaan tersebut akan mencatat perbaikan struktur biaya teknologi kecerdasan buatan. Perkembangan geopolitik Timur Tengah dilaporkan Iran menginginkan kesepakatan damai dengan Amerika.
Pemerintah Amerika juga mengatakan pembicaran teknis antara kedua pihak akan dilanjutkan meski saat ini terjadi aksi saling serang. Itu mengindikasikan Amerika berkomitmen mencari solusi mengakhiri konflik militer dengan Iran. Penguatan mayoritas indeks bursa Wall Street diprediksi menjadi sentimen positif pasar.
Sementara itu, koreksi harga mayoritas komoditas, dan aksi jual investor asing berlanjut berpeluang menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.860-5.795, dan resistance 5.990-6.050.
Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Alamtri Mineral (ADMR), Archi Indonesia (ARCI), London Sumatera alias Lonsum (LSIP), Alamtri Indonesia (ADRO), Indika Energy (INDY), dan Indofood Sukses Makmur (INDF). (*)
Related News
SMK Nusantara Pertahankan Gelar AXIS Nation Cup 2026
MSCI Masih Selimuti IHSG November 2026
HSC Resmi Didepak dari IHSG, Bursa Dibuka Terpangkas ke Bawah 5.000
Mengekor Wall Street, IHSG Tertekan
Tokenisasi Saham Ditolak 50 Emiten Global, Nvidia Ikut Menentang
Efek Eliminasi Saham HSC, IHSG Lanjut Tergelincir?





