EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan awal pekan, Senin (20/4/2026), turun 39,89 poin atau 0,52% ke level 7.594,11. Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak fluktuatif dengan rentang 7.570 hingga level tertinggi harian di 7.692 sebelum akhirnya berakhir di zona merah.

Seluruh indeks sektoral tercatat mengalami pelemahan dan menekan pergerakan IHSG. Sektor properti mencatat penurunan terdalam sebesar 2,04%, diikuti sektor energi yang turun 1,34% dan sektor teknologi yang melemah 1,29%. Pelemahan merata di seluruh sektor mencerminkan tekanan jual yang dominan sepanjang perdagangan.

Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai dengan total volume mencapai 40,83 miliar saham. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp17,21 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 2,46 juta kali. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 247 saham menguat, 424 saham melemah dan 148 saham bergerak stagnan.

Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham masih mencatatkan kenaikan signifikan. Saham ARKO memimpin penguatan setelah naik Rp1.300 menjadi Rp9.300 per saham. Disusul UNIC yang menguat Rp1.225 ke Rp12.775 dan POLU yang melonjak Rp3.475 menjadi Rp20.900 per saham.

Sebaliknya, tekanan jual terlihat pada sejumlah saham berkapitalisasi menengah. Saham SINI tercatat turun Rp1.750 menjadi Rp16.500 per saham. Kemudian saham MLPT melemah Rp4.350 menjadi Rp24.650 per saham dan kembali tercatat sebagai salah satu saham dengan penurunan terdalam pada perdagangan hari ini.

Untuk saham dengan aktivitas perdagangan tertinggi, BNBR mencatat frekuensi transaksi sebanyak 64.744 kali dengan nilai Rp340 miliar. Disusul MDIA sebanyak 83.494 kali senilai Rp273 miliar dan KOTA dengan 65.444 kali transaksi senilai Rp204 miliar.