EmitenNews.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau Semen Indonesia Group memperluas pemasaran produk Bata Interlock Presisi di Indonesia Timur melalui proyek Perumahan Sunrise City Maros di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Produk tersebut digunakan dalam pembangunan 17 unit rumah komersial yang mengusung konsep arsitektur Skandinavia.

Proyek yang dikembangkan PT Nusantara Land Development (NLD Corp) ini menjadi salah satu upaya perseroan guna memperkenalkan alternatif material konstruksi untuk sektor perumahan di luar pasar yang selama ini dilayani. Perseroan juga membuka peluang penggunaan teknologi tersebut pada pembangunan rumah subsidi di proyek berikutnya.

Direktur Utama NLD Corp Tri Wijaya mengatakan, penggunaan bahan bangunan alternatif ini dipilih setelah melalui riset selama sekitar satu tahun. NLD Corp mempelajari teknologi tersebut, termasuk dengan mengunjungi rumah contoh di Bambu Apus, Jakarta, serta melihat produk dalam pameran Danantara Housing Expo 2026.

Menurutnya, material tersebut digunakan untuk membangun 17 unit rumah komersial di bagian depan kawasan Sunrise City Maros. NLD Corp menggabungkan segmen hunian komersial dan subsidi dalam satu kawasan, dengan konsep pengembangan yang berbeda.

Dari sisi pasokan, Semen Indonesia akan melibatkan dua anak usahanya di Indonesia Timur, yakni PT Semen Tonasa dan PT Varia Usaha Beton. Semen Tonasa berperan sebagai penyedia bahan baku dan pemasok, sedangkan Varia Usaha Beton bertindak sebagai produsen Bata Interlock Presisi untuk proyek tersebut.

Sementara itu, Corporate Secretary Semen Indonesia Group (SIG) Vita Mahreyni dalam keterangan tertulis Rabu (4/11/2026) mengatakan, kolaborasi kedua anak usaha tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan memperluas penyediaan produk material konstruksi di berbagai wilayah.

Kerja sama tersebut ditandai dengan kick-off pembangunan rumah menggunakan Bata Interlock Presisi di kawasan Sunrise City Maros pada 3 Oktober 2026.

Bata Interlock Presisi menggunakan mekanisme saling mengunci antarelemen bata dengan tingkat presisi tertentu. Sistem ini dirancang untuk mempermudah pemasangan dan mengurangi kebutuhan material pendukung, sehingga berpotensi mempercepat proses konstruksi.