EmitenNews.com - Emiten produsen kembang gula, PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) kembali menorehkan laba bersih pada semester I 2026. Totalnya meningkat 2,61% dari Rp314,20 miliar di tahun lalu menjadi Rp322,40 miliar.

Perolehan tersebut, selaras dengan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan yang juga meningkat. Dari Rp1,43 triliun naik 2,10% menjadi Rp1,46 triliun di semester I 2026. Di samping itu, produsen permen dengan jenama Yupi itu juga berhasil menekan beban pokok penjualan. Semula Rp970,7 miliar turun 11,84% menjadi Rp855,8 miliar.

Namun, terdapat peningkatan atas sejumlah biaya beban, seperti beban penjaualan yang membengkak 72,36% dari Rp56,8 miliar menjadi Rp97,9 miliar.

Adapun laba bruto yang berhasil dibukukan YUPI sebesar Rp609,0 miliar di semester I 2026, naik 32,05% dari Rp461,2 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara jika menilik laporan cashflow, YUPI mengantongi penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp1,38 triliun, turun tipis 4,0% dari posisi tahun lalu sebesar Rp1,44 triliun. penurunan itu disertai dengan peningkatan pembayaran beban usaha yang mencapai Rp102,87 miliar, membengkak dibanding tahun lalu sebesar Rp43,19 miliar.

Alhasil, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi YUPI tercatat sebesar Rp202,43 miliar, susut 57,9% dibandingkan capaian tahun lalu sebesar Rp480,62 miliar.

Di sisi investasi, YUPI juga mengurangi jumlah perolehan aset tetap menjadi Rp6,24 miliar, susut 87,8% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp51,27 miliar.

Sedangkan pada aktivitas pendanaan, YUPI membukukan arus keluar bersih sebesar Rp170,83 miliar. Porsi terbesar arus kas keluar dialokasikan untuk pembayaran kas senilai Rp141,62 miliar serta pembayaran beban bunga sebesar Rp24,23 miliar.

Meski tergerus oleh pembayaran dividen, YUPI masih mampu mencatatkan kenaikan neto kas dan setara kas sebesar Rp12,75 miliar sepanjang semester I 2026. Alhasil, posisi kas dan setara kas akhir periode YUPI tetap terjaga tebal di level Rp880,53 miliar.

Lalu jika menilik neraca, YUPI membukukan total aset sebesar Rp3,14 triliun meningkat 8,65% dari posisi per akhir tahun 2025 sebesar Rp2,89 triliun. Liabilitas tercatat sebesar Rp1,40 triliun naik 5,26% dari posisi Rp1,33 triliun, dan ekuitas tercatat meningkat 12,26% menjadi Rp1,74 triliun dari posisi tahun lalu sebesar Rp1,55 triliun.