EmitenNews.com - Prodia Line alias Proline (PRDL) menyudahi enam bulan pertama 2026 boncos Rp8,84 miliar. Berbalik mengalami perosotan 266,47 persen dari episode sama tahun lalu dengan tabulasi laba sejumlah Rp5,31 miliar. Oleh sebab itu, rugi per saham dasar menjadi Rp7,25 dari periode sebelumnya dengan laba Rp4,36.

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan Rp13,7 miliar, drop 51,87 persen dari posisi sama tahun lalu senilai Rp28,47 miliar. Beban pokok penjualan Rp9,18 miliar, mengalami penyusutan dari fase sama tahun sebbelumnya Rp9,55 miliar. Laba kotor Rp5,41 miliar, melorot 76,16 persen dari Rp18,92 miliar.

Beban usaha Rp11,85 miliar, bengkak dari Rp9,18 miliar. Pendapatan operasi lain Rp178,14 juta, susut dari Rp335,4 juta. Beban operasi lain Rp437,96 juta, menciut dari Rp1,75 miliar. Rugi usaha Rp7,59 miliar, drop dari surplus Rp8,31 miliar. Penghasilan keuangan Rp23,6 juta, susut dari Rp300,4 juta.

Beban keuangan Rp1,35 miliar, turun dari edisi sama tahun sebelumnya Rp1,57 miliar. Total ekuitas Rp74,22 miliar, turun dari Rp83,06 miliar. Jumlah liabilitas Rp112,03 miliar, bertambah dari akhir 2025 senilai Rp111,36 miliar. Total aset Rp186,25 miliar, anjlok dari akhir tahun lalu Rp194,43 miliar. 

Sempat Mencuri Perhatian BEI

PRDL resmi mencatatkan saham perdana di bursa efek Indonesia pada 9 Juli 2026. Menjajakan saham perdana 522,9 juta lembar dengan harga pelaksanaan Rp120, PRDL meraup dana senilai Rp62,75 miliar. Debut saham perdana PRDL berjalan mulus. Langsung menyentuh batas auto rejection atas (ARA) dengan lompatan 35 persen alias 42 poin menjadi Rp162.

Bahkan BEI harus memasukkan saham PRDL dalam radar unusual market activity (UMA) karena menguat lima hari beruntun. Yaitu, pada hari pencatatan perdana 9 Juli 2026, PRDL ditutup di level Rp162 naik 35 persen. Berlanjut ARA 34,57 persen menjadi Rp218 pada 10 Juli, melejit ARA kembali 24,77 persen menjadi Rp272 edisi 13 Juli, ARA 25 persen menjadi Rp340 pada 14 Juli, dan ARA 24,71 persen menjadi Rp424 pada 15 Juli.

Pada perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026, saham PRDL stagnan di level Rp290. Sepanjang 22 hari bursa alias sejak listing perdana, saham PRDL telah melenting 128 poin alias 79,01 persen dari posisi Rp162. Namun, kalau dikalkulasi dari harga IPO di kisaran Rp120, saham PRDL melambung 170 poin setara 141,66 persen.   

Manuver Prajogo

Grup usaha konglomerat Prajogo Pangestu melalui Chandra Asri Pacific (TPIA) mendiversifikasi investasi ke sektor kesehatan dengan mengemas 1,48 persen saham Prodia Widyahusada (PRDA). TPIA baru masuk sebagai pemegang saham PRDA pada April 2026.