Sepanjang 2025, Generali Indonesia Bayarkan Klaim Rp1,3 Triliun
:
0
Direksi Generali Indonesia, Jutany Japit selaku Director and Chief Agency Officer (kedua dari kanan) dan Suzwamela Zawawi selaku Operations Group Head (paling kanan) saat acara ramah tamah sekaligus seremoni penyerahan klaim manfaat asuransi kesehatan kepada nasabah, Bapak Bintoro (kedua dari kiri) yang didampingi oleh financial planner, Lilie (paling kiri), di Kantor Pusat Generali Indonesia, Jakarta, Rabu (11/2). FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) sepanjang 2025 telah membayar klaim lebih dari Rp1,3 triliun. Itu menegaskan komitmen Deliver on The Promise melalui pembayaran lebih dari 273 ribu klaim. Nilai total klaim itu, mencakup klaim manfaat meninggal dunia, klaim manfaat kesehatan, dan klaim manfaat penyakit kritis.
Kenaikan total klaim 4,3 persen (yoy) didorong klaim kesehatan melonjak 8,7 persen (yoy), dan mendominasi 83 persen dari total pembayaran. Saat bersamaan, klaim meninggal dunia turun 11,1 persen, dan klaim penyakit kritis susut 51,7 persen (yoy) dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Komitmen pembayaran klaim Generali Indonesia menunjukkan pelayanan stabil, dan fokus pada kebutuhan pemegang polis. Saat industri mengalami fluktuasi klaim, Generali Indonesia justru menunjukkan tren kesehatan portofolio lebih baik. Untuk klaim kesehatan, Generali Indonesia selaras dengan tren biaya medis meningkat, klaim kesehatan tumbuh 8,7 persen yoy, dan menjadi porsi 83 persen dari total klaim.
Pada industri, volume menurun tetapi biaya per penerima naik tajam. Klaim meninggal dunia susut 11,1 persen, dan penyakit kritis turun 51,7 persen, ketika industri mencatat kenaikan klaim. Itu mencerminkan kualitas portofolio, disiplin underwriting, dan manajemen risiko. Sesuai hasil riset terbaru ‘Indonesia Health Benefits Study (IHBS)’ oleh Mercer Marsh Benefits (MMB) Indonesia, tren medis Indonesia telah melampaui inflasi umum, dan Asia.
Di mana, inflasi global secara umum 11,1 persen, tren medis rata-rata Asia 12,5 persen, sedang tren medis Indonesia diperkirakan mencapai 17,8 persen pada 2026. Meski tren medis masih tinggi, Generali Indonesia terus berkomitmen menempatkan nasabah pada prioritas utama. Salah satunya dirasakan Bintoro, nasabah Jakarta terdiagnosa penyakit hati kronis (chronic liver disease).
Untuk menyelamatkan organ penting itu, Bintoro harus menjalani perawatan sejak 2019 hingga akhirnya melakukan transplantasi hati pada 2025, dan telah mendapat perlindungan asuransi dengan total senilai lebih dari Rp5,8 Miliar.
Manajemen Generali Indonesia via Jutany Japit, Director and Chief Agency Officer, didampingi Suzwamela Zawawi selaku Operations Group Head, melakukan seremoni penyerahan klaim sekaligus menyerahkan bingkisan sehat kepada Bintoro, didampingi financial planner Generali Indonesia, Lilie, di Kantor Pusat Generali Indonesia, Jakarta.
”Kami bangga menjadi bagian dari proses pemulihan nasabah. Setiap klaim bukan sekadar angka, melainkan kehidupan kembali sehat, dan keluarga kembali terlindungi. Di tengah biaya medis naik, proteksi bukan lagi pilihan tetapi kebutuhan. Kami terus berinovasi agar nasabah selalu merasa aman, kapan pun dan di mana pun menuju visi sebagai lifetime partner,” ujar Jutany Japit, Director & Chief Agency Officer Generali Indonesia.
“Menghadapi penyakit hati kronis bukan perjalanan yang mudah. Sejak perawatan hingga transplantasi, Generali selalu hadir memastikan saya terlindungi. Dukungan ini membuat kami tidak merasa sendirian. Terima kasih, Generali, telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup baru saya,” ucap Bintoro.
Memasuki 2026, Generali Indonesia terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya proteksi asuransi di tengah tantangan kenaikan biaya medis. Untuk kemudahan memiliki perlindungan, Generali Indonesia menghadirkan digital customer journey. Mulai pengajuan polis, penerbitan polis, hingga proses layanan pasca pembelian seperti klaim dan transaksi.
Related News
Lambang Perjuangan Lawan Kolusi Itu, Buruh Bernama Marsinah
JPU Siap Tanggung Jawab Tuntutan Atas Nadiem, Sampai di Akhirat
Tren Positif Hubungan RI-Rusia, Nilai Perdagangan Capai USD4,8 Miliar
Kecelakaan Bus Maut di Sumsel, Korban Tewas Jadi 19 Orang
Ada Heri Black dalam Kasus Korupsi Bea Cukai yang Ditangani KPK
Siapkan CNG Pengganti LPG, Pemerintah Rumuskan Standar Keselamatan





