EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini akan bergerak melemah. Pasalnya, masih minim sentiment positif. Selain itu, rencana pemerintah menaikkan domestic market obligation (DMO) berpengaruh terhadap saham batu bara, dan semen.
Sementara metal mining khususnya nikel Kembali ada perlawanan setelah terjadi penurunan pasca-suspend. Namun, investor asing diperkirakan masih tetap membukukan net buy untuk menyangga koreksi IHSG hari ini. ”IHSG akan bergerak pada rentang support 6.960, dan resisten 7.010,” tutur Lukman Hakim, Research Analis Reliance Sekuritas.
Candle IHSG pada perdagangan kemarin tertolak dari level tertinggi, dan membentuk candle hitam membuat pola dark cloud cover. Namun, IHSG masih berada di level psikologis 7.000. Sejumlah saham berpotensi naik pada perdagangan hari ini antara lain MLPL, CPRO, SSIA, ACES, TOWR, BSDE, dan ASSA.
Akhir pekan lalu, IHSG anjlok 0,67 persen menjadi 7.002,53. Beberapa sektor pendorong kejatuhan IHSG yaitu infrastruktur minus 1,64 persen, technology tekor 1,17 persen, dan bahan baku primer menukik 1,06 persen. Investor asing membukukan net buy Rp820 miliar, dengan saham-saham paling banyak diburu yaitu BMRI, ANTM, dam ASII.
Tiga indeks utama bursa saham Amerika Serikat (AS) tutup bervariasi dengan Nasdaq nyungsep 0,16. Para investor menduga agresivitas The Fed memperketat kebijakan. Powell berencana The Fed perlu bergerak cepat memerangi lonjakan inflasi. Bursa kawasan Asia pagi ini diperdagangkan mengorbit zona merah. Indeks Nikkei 225 terkapar 0,48 persen, dan indeks Kospi menukik 0,68 persen. (*)
Related News
BTN Pacu Ekosistem Perumahan, Bangun Hunian hingga KPR 40 Tahun
IHSG Awal Pekan Tutup di Bawah 6.200, GOTO Kini Bukan Saham Gocap Lagi
Aturan Rp1 & Evaluasi FCA Berlaku, IHSG (28/9) Dibuka Jeblok Nyaris 1%
Gocap Tapi Jumbo! GOTO Jadi Raja Market Cap Rp57T di Harga Rp50
Saham yang Bisa Dicermati Hari Ini, Cek Apa Saja!
IHSG Tertekan, Koleksi Sejumlah Saham Berikut





