EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak sideway. Itu merujuk performa Jumat pekan lalu, dan kondisi bursa Asia. Investor harus tetap waspada karena IHSG telah menyentuh titik tertinggi berdasar analisa teknikal.
”IHSG akan diperdagangkan pada rentang support 6.920, dan resisten 7.000,” tutur Alwin Rusli, Research Analis Reliance Sekuritas, Senin (21/3).
Secara teknikal, ada level resistance terbentuk dari Fibonacci projection level 7.032. Apalagi, pada perdagangan Kamis, 17 Maret 2022, IHSG sempat menyentuh level tersebut pada level high. Beberapa saham berpotensi naik perdagangan hari ini yaitu INTP, PTRO, MPPA, MLPL, BTPS, ISSP, BCAP, MDKA, BSDE, WEHA, IMJS, dan INCO.
Akhir pekan lalu, IHSG minus 0,14 persen menjadi 6.954,96. Sektor pendorong koreksi IHSG yaitu properti turun 1,42 persen, infrastruktur terpangkas 0,67 persen, dan teknologi menukik 0,49 persen. Investor asing tercatat membukukan net buy Rp135,80 miliar. Sejumlah saham paling banyak diburu pemodal asing yaitu TLKM, BBYB, dan ASII.
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street menguat. Itu merespons optimisme para investor positif proses diplomasi Rusia-Ukraina, dan menanggapi positif langkah The Fed menaikkan tingkat suku bunga secara bertahap untuk mengatasi peningkatan inflasi.
Kemudian, bursa kawasan Asia beragam. Bursa Jepang tutup karena libur. Kospi mengorbit zona psoitif. Itu setelah diperdagangkan positif 0,1 persen. (*)
Related News
Perkembangan Terbaru si Saham Rp1
Saham di Bawah Gocap, Masih Mantap atau Bikin Engap?
Pupuk Indonesia Siap Gelontorkan 9,8 Juta Ton Pupuk Subsidi di 2026
Dana Darurat Untuk 3 Provinsi Bencana Sementara Terkucur Rp268 Miliar
Cadangan BBM dan LPG di Atas Standar Minimum Nasional
IHSG Tutup 2025 di Zona Hijau, Catat 24 Kali ATH Sepanjang Tahun





