Short Selling Ditunda, BEI Juga Cabut Daftar Efek
:
0
Direktur BEI, Jeffrey Hendrik
EmitenNews.com - - Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan menunda implementasi pembiayaan transaksi short selling dan transaksi short selling oleh Perusahaan Efek sampai dengan tanggal 26 September 2025.
Direktur BEI, Jeffrey Hendrik, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/4) mengungkapkan juga bahwa Bursa mencabut seluruh Efek yang dapat ditransaksikan secara Short Selling dari Daftar Efek Short Selling sebagaimana tercantum dalam butir 1.f. pengumuman PT Bursa Efek Indonesia No. Peng-00055/BEI.POP/04-2025 tanggal 25 Maret 2025 tentang Efek yang dapat Ditransaksikan dan Dijaminkan dalam Rangka Transaksi Margin dan Short Selling.
Kemudian, Bursa tidak menerbitkan daftar Efek Short Selling sebagaimana diatur dalam ketentuan III. Peraturan Bursa Nomor II-H tentang Persyaratan dan Perdagangan Efek dalam Transaksi Marjin dan Transaksi Short Selling sampai dengan tanggal 26 September 2025.
"Penundaan implementasi Pembiayaan Transaksi Short Selling dan Transaksi Short Selling oleh Perusahaan Efek dan pencabutan Daftar Efek yang dapat ditransaksikan secara Short Selling sebagaimana dimaksud huruf 1. dan 2. di atas mulai berlaku sejak 25 April 2025," kata Jeffrey.
Seperti diketahui BEI merilis 10 daftar efek Short selling sebagai berikut:
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
PT Astra International Tbk (ASII)
PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)
Related News
Perluas Layanan Ekosistem Digital, BTN Gandeng Artajasa
IHSG Berbalik Melesat ke 5.912, DEWA dan BRPT Pimpin Reli LQ45
Bawa 2 Juta Barel Minyak, Tanker Pertamina Pride Lolos Selat Hormuz
Samuel Sekuritas Transaksi Repo Lagi di Dua Saham Ini
IHSG Siang (9/7) Tiba-Tiba Menguat, Tengok Akrobat 5 IPO Baru!
CEO Sucor Sekuritas Sebut IHSG Berpotensi Kembali ke 6.400





