EmitenNews.com - PT Hillcon Tbk (HILL) berencana menggelar penawaran umum perdana (intial public of fering/IPO) kepada publik sebanyak 2,211,500,000 saham pada 14-18 Juli 2022 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jumlah saham yang ditawarkan mencapai 15 persen dari modal disetor Hillcon setelah IPO saham. Dalam siaran pers, di Jakarta, Selasa (14/6/2022), Direktur Utama Hillcon, Hersan Qiu mengemukakan IPO didahului dengan penawaran awal pada 15-29 Juni 2022.


“Kami telah menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Sucor Sekuritas Indonesia dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai penjamin emisi bersama. Harga perdana Hillcon Rp250-400 per saham. Dari IPO, Perusahaan di bidang aktivitas holding, konsultasi manajemen serta jasa pertambangan dan konstruksi ini akan memperoleh tambahan modal maksimal Rp884,60 miliar," kata Hersan Qiu.


Menurut Hersan, sebesar 55 persen dana IPO saham akan digunakan untuk modal kerja PT Hillconjaya Sakti (HS). Sisanya, 45 persen untuk belanja modal, yaitu pembelian alat-alat guna mendukung kegiatan operasional HS. Saham Hillcon bernominal Rp20 per unit ini akan dicatatkan dan mulai diperdagangkan di BEI pada 20 Juli 2022. "Kami berharap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat menerbitkan pernyataan efektif untuk IPO Hillcon ini pada 12 Juli 2022."


Hersan mengemukakan, Hillcon berhasil membukukan pendapatan Rp1,983 triliun pada 2021, meningkat 94 persen, dari Rp1,022 triliun pada 2020. Laba kotor Hillcon melesat 138,69 persen, dari Rp341,076 miliar pada 2020 menjadi Rp814,124 miliar pada 2021. Marjin laba kotor juga naik, dari 33 persen menjadi 41 persen pada 2021. Hillcon membukukan laba bersih Rp404,302 miliar pada 2021, melambung 365,48 persen, dari Rp86,856 miliar pada 2020. "Marjin laba bersih Perseroan tumbuh menjadi 20 persen pada 2021, dari 9 persen pada 2020."


Total aset Hillcon meningkat 87,96 persen, dari Rp1,279 triliun pada 2020 menjadi Rp2,404 triliun pada 2021. Total liabilitas bertambah 52,11 persen, dari Rp1,186 triliun menjadi Rp1,804 triliun. Adapun total ekuitas Hillcon melambung sebesar 552,17 persen menjadi Rp600 miliar pada 2021, dari Rp92 miliar pada 2020.


Hersan menambahkan, rencana IPO Hillcon ini bagian dari upaya mengembangkan bisnis, menciptakan nilai yang optimal bagi perusahaan dan stakeholder serta demi mewujudkan ekosistem industri nikel indonesia dan global. Hersan berharap, Hillcon mampu menarik investor untuk menginvestasikan dana di Indonesia demi memperkuat perekonomian nasional dan pembukaan lapangan kerja. “Hillcon memiliki potensi pertumbuhan yang baik seiring dengan perkembangan teknologi. Semoga ini memantapkan langkah Hillcon menjadi pemain industri nikel.” ***