Siapkan Capex USD120 Juta, Ini Ekspansi Vale Indonesia (INCO) di 2022
:
0
EmitenNews.com - Emiten tambang yang 20 persen sahamnya di kuasai oleh Pemerintah Indonesia melalui PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) siap menghadapi tantangan 2022 dengan menggenjot kinerja tahun ini, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai USD120 juta.
Adapun, angka tersebut sedikit menurun dari alokasi capex INCO tahun lalu di angka USD130 juta. Menurut Bernardus Irmanto, Chief Financial Officer INCO, capex ini akan digunakan untuk sejumlah keperluan, diantaranya alokasi untuk pembangunan kembali (rebuild) furnace 4, peremajaan alat, dan pengembangan tambang. Untuk pendanaan capex berasal dari kas internal.
Pembangunan kembali furnace (tanur) 4 dilakukan untuk memperpanjang masa operasi tanur 4. Proyek ini meliputi perbaikan pada furnace roof, furnace body, electrode component, feeding system, matte and slag tapping, dan electrical system . Agenda pembangunan kembali Tanur 4 dilakukan sebagai bagian dari strategi operasi dalam mendukung ambisi produksi 90.000 ton.
Pembangunan kembali tanur 4 ini pun berdampak terhadap produksi INCO. Irmanto mengatakan, dengan furnace 4 rebuild yang masih akan berjalan sampai dengan Mei 2022, maka produksi nikel tahun ini akan terdampak. "Untuk produksi (tahun ini) di kisaran yang sama dengan produksi tahun 2021," jelasnya , Selasa (11/1).
Sebagai informasi sepanjang sembilan bulan pertama 2021, INCO memproduksi sebesar 48.373 ton nikel dalam matte. Realisasi ini menurun 13% dari angka produksi nikel dalam matte INCO di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 55.792 ton.
Adapun INCO telah memproduksi 18.127 ton nikel dalam matte pada triwulan III- 2021. Angka ini sekitar 20% lebih tinggi dibandingkan volume produksi yang direalisasikan pada kuartal II-2021, yakni sebesar 15.048 ton. Namun, realisasi produksi di kuartal III-2021 menurun 6,93% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 19.477 ton.
Meski tingkat produksi diproyeksi akan sama dengan tahun lalu, Irmanto yakin tingkat produksi akan naik ketika rebuild furnace 4 sudah rampung.
Related News
Saham BIKE Tancap Gas Usai Caplok Pemilik Area Tambang 500 Hektare
NTBK Gandeng Tri Mandiri, Bidik Efisiensi Armada Tambang via EV Trucks
Emiten Ini Sentuh ARB Usai Terbit Pengumuman UMA Bursa
BIKE Caplok 72 Persen Saham Tambang Batu Bara di Berau
Komisaris Tambah Porsi, Saham ARII Terbang ARA
Jengah Dikaitkan dengan Hary Tanoe, IATA Sodorkan Fakta ini





