Siloam Hospitals Akuisisi Aset First REIT Rp6,9 Triliun, Ini Alasannya
:
0
PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) menyiapkan aksi besar untuk mengubah struktur kepemilikan aset rumah sakit yang selama ini dioperasikannya.
EmitenNews.com - PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) menyiapkan aksi besar untuk mengubah struktur kepemilikan aset rumah sakit yang selama ini dioperasikannya. Perseroan berencana mengambil alih portofolio rumah sakit milik First Real Estate Investment Trust (First REIT) dengan nilai transaksi agregat mencapai Rp6,908 triliun.
Manajemen SILO, dalam keterbukaan informasi, Sabtu (16/8/2026), menyebutkan, transaksi tersebut mencakup saham pada 14 perusahaan yang memiliki properti rumah sakit yang selama ini telah dioperasikan Siloam.
Aksi dilakukan dalam dua tahap, yakni akuisisi 100% saham delapan perusahaan pada tahap pertama dan enam perusahaan lainnya pada tahap kedua jika opsi jual yang telah diberikan Siloam kepada para pemegang opsi dieksekusi.
Nilai Rp6,908 triliun tersebut merupakan nilai agregat 14 transaksi. Perinciannya, nilai properti yang menjadi objek transaksi tahap pertama mencapai Rp5,121 triliun, sedangkan tahap kedua Rp3,879 triliun. Dari jumlah tersebut dikurangi komitmen belanja modal serta penyesuaian net asset/liabilities sebesar Rp2,091 triliun.
Bagi Siloam, langkah ini bukan semata aksi ekspansi aset. Perseroan memang selama ini mengoperasikan 14 rumah sakit yang asetnya dimiliki entitas anak First REIT melalui skema sewa jangka panjang.
Yang menjadi masalah, sewa tersebut tidak hanya berupa biaya dasar, tetapi juga memiliki komponen variabel yang dikaitkan dengan kinerja pendapatan rumah sakit.
Menurut manajemen, ketika Siloam berhasil meningkatkan pendapatan melalui investasi klinis, pengembangan layanan maupun operasional, sebagian peningkatan tersebut ikut mengerek beban sewa yang harus dibayarkan kepada pemilik aset.
“Struktur seperti ini menjadi salah satu alasan utama Siloam memilih mengambil alih aset tersebut,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi tersebut.
Manajemen Siloam juga menilai kepemilikan langsung akan memberikan kendali lebih penuh atas aset dan memungkinkan strategi aset berjalan seiring dengan strategi klinis. Perseroan juga dapat lebih leluasa mengembangkan kapasitas rumah sakit, sekaligus mengurangi eksposur terhadap kenaikan biaya sewa dan risiko perpanjangan kontrak.
Dengan kepemilikan tersebut, pengeluaran yang sebelumnya berbentuk sewa diharapkan berubah menjadi kepemilikan atas aset produktif. Siloam juga berpeluang menangkap manfaat ekonomi yang lebih besar dari peningkatan kinerja rumah sakit yang selama ini masih dibagi melalui mekanisme sewa variabel.
Related News
Prospek Pasar Segmen Enterprise TLKM Diprediksi Naik 30 Persen
Dongkrak ESG, BLES Operasikan 43 Forklift Listrik Seluruh Pabrik
Saham MGLV Melonjak 353 Persen, Pengendali Sempat Divestasi Segini
DOOH Punya Pengendali Baru, Performa Saham Kinclong!
Adu Kinerja 3 BPD di BEI; BJBR, BJTM dan BEKS Mana Paling Moncer?
Kinerja Moncer, Bank Banten (BEKS) Kemas Laba Rp21,3M, Melonjak!





