EmitenNews.com - Harga emas bergerak stabil di dekat level USD4.100 per ons pada perdagangan hari Selasa. Komoditas ini berhasil mempertahankan sebagian besar kenaikan yang diraih pada sesi sebelumnya.

Berdasarkan data Trading Economics, pergerakan stabil ini terjadi setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat sedang terlibat dalam pembicaraan yang baik dengan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. Pertumbuhan sinyal positif tersebut menyebabkan harga minyak turun, sekaligus meredakan kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan potensi kenaikan suku bunga.

Meski demikian, Trump memberi peringatan bahwa AS siap melanjutkan serangan terhadap Republik Islam jika proses negosiasi tersebut gagal. AS sendiri telah menangguhkan serangannya terhadap Iran sejak Jumat malam setelah hampir dua minggu permusuhan, sementara Teheran juga menghentikan serangan balasan terhadap pangkalan AS di negara-negara tetangga.

Selain dinamika geopolitik, investor juga tengah menunggu keputusan kebijakan dari The Federal Reserve minggu ini. Para pembuat kebijakan secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah.

Beberapa pedagang terus berspekulasi mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga minggu ini di tengah tekanan inflasi yang kembali meningkat. Namun, sebagian besar pelaku pasar memperkirakan kenaikan berikutnya baru akan terjadi pada bulan September.

Perkembangan harga emas global yang stabil di level tinggi ini memberikan dampak langsung bagi pasar domestik Indonesia. Pergerakan harga di tingkat internasional menjadi acuan utama bagi pembentukan harga emas batangan Antam serta pasar perhiasan di dalam negeri, yang kerap dijadikan instrumen lindung nilai (hedging) oleh investor lokal di tengah ketidakpastian pasar global.(*)