SlarasBudaya Berpartisipasi dalam Festival Payung ke XI di Solo
Partisipasi Komunitas Budaya SlarasBudaya dalam Festival Payung ke XI di Solo. Dok/istimewa
EmitenNews.com -Mengawali bulan September tahun ini, SlarasBudaya sangat bangga terundang berpartisipasi pada Festival Payung Indonesia yang ke XI, di Taman Balekambang, kota Solo pada tanggal 6-8 September lalu. Festival tersebut menjadi agenda rutin tahunan kota Solo dan masuk dalam daftar Top 10 Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022.
Tercatat lebih dari 50 artis termasuk dari negara lain yang telah dikurasi Panitia, dan Slaras Budaya yang didukung oleh 23 Penarinya, adalah salah satunya. SlarasBudaya Latihan intensif sebulan terakhir dengan kak Linda Hartati dan pola lantai dibantu kak Irianto Catur, yang sering dipanggil kak Yanto.
Sebagai wadah yang berkomitmen untuk melestarikan dan mempromosikan seni dan budaya Indonesia, SlarasBudaya sangat antusias untuk berbagi warisan budaya melalui penampilan tarian Piso Surit, salah satu tarian dari Suku Batak Karo, Sumatera Utara, yang biasa digunakan untuk menyambut para tamu kehormatan. Arti Piso Surit adalah burung yang bernyanyi.
Tarian ini menggambarkan penantian sang kekasih yang di ilustrasikan sebagai seekor burung yang suka bernyanyi. Gerakan tarian piso surit memiliki ciri khas yang lemah gemulai, diantaranya meliputi gerakan kaki, menjinjit, gerakan berputar, melentikan jari dan gerakan naik turun.
Andu, Project Manager SlarasBudaya khusus event ini menyatakan, “ngumpulin 23 perempuan dengan latar belakang yg berbeda gak mudah, tapi semua capek terbayarkan dengan tampil sukses, kompak dan keren. Tariannya pun magis sehingga bisa “menghipno?s” para penonton melalui alunan musik dan kostum yang bagus.”
“Nambah pengalaman seru untuk Kami bisa tampil di Solo. Semoga Slaras bisa terundang untuk berpartisipasi pada Festival Festival lainnya di berbagai kota di Indonesia”, imbuh Pritha Nandini, Founder SlarasBudaya menambahkan.
Kami SlarasBudaya (Kami) adalah Komunitas yang merupakan wadah untuk semua pecinta budaya Indonesia, baik tari, musik, kerajinan, atau yang lainnya, untuk belajar kesenian budaya Indonesia. Sesuai namanya, diambil dari kata Selaras yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ar?nya serasi, sesuai, sepadan. Adapun Budaya merupakan cara hidup yang berkembang serta dimiliki bersama oleh kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Citacitanya, semoga Komunitas ini menjadi rumah untuk para anggotanya semua belajar kesenian Indonesia.
Tidak ada batasan usia, tidak perlu harus bisa menari atau bermain music sebelumnya, dan tidak ada sekat usia, status sosial, pertentangan agama, ras, suku, kepentingan politik dll, selain dari pelestarian budaya dan persaudaraan.
Related News
Kunjungan Wisatawan ke Candi Borobudur Menurun, Ini Penyebabnya
Libur Lebaran 2026, ASDP Catat 39.760 Penumpang Tujuan Danau Toba
Lebaran 2026, Sambut Wisatawan ke Candi Borobudur TWC Siapkan Ini
Menemukan Jalan Pulang: Idul Fitri Sebagai Revolusi Spiritual & Sosial
Kabar Baik! Aktivitas Wisata Ranu Regulo Jatim Buka Kembali 21 Maret
IPOT Bagikan 4 Siasat Maksimalkan Duit THR





