SMGR Kuasai 45% Pangsa Pasar, PEFINDO Beri Rating idAAA
:
0
PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menegaskan kembali peringkat idAAA dengan prospek stabil untuk SMGR dan Obligasi Berkelanjutan II milik BUMN tersebut.(Foto: Matangasa)
EmitenNews.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) berhasil menguasai sekitar 45% pangsa pasar semen nasional dengan kapasitas terpasang mencapai 56,5 juta ton. Dominasi pasar yang kuat ini mendorong PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menegaskan kembali peringkat idAAA dengan prospek stabil untuk SMGR dan Obligasi Berkelanjutan II milik BUMN tersebut.
Peringkat tertinggi ini mencerminkan peran strategis SMGR dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, profil keuangan perusahaan yang konservatif, serta keunggulan jaringan fasilitas produksi dan logistik yang terintegrasi di berbagai daerah. Meski demikian, peringkat ini dibatasi oleh ketatnya persaingan pasar semen domestik serta tantangan kenaikan biaya produksi.
"Peringkat mencerminkan peran penting SMGR bagi pemerintah, profil keuangan yang konservatif, posisi pasar SMGR yang sangat kuat, serta fasilitas produksi dan logistik yang terdiversifikasi dengan baik," tulis PEFINDO dalam rilis resminya, Rabu (12/8/2026).
Dalam laporannya, PEFINDO mengingatkan bahwa peringkat kredit SMGR dapat berada di bawah tekanan jika penarikan utang melonjak tanpa diimbangi pertumbuhan pendapatan. Peringkat juga berisiko turun apabila profitabilitas tergerus akibat tingginya biaya produksi, melemahnya kemampuan penetapan harga, atau menurunnya pangsa pasar secara terus-menerus.
Selain dari sisi operasional, potensi penurunan peringkat dapat terjadi jika ada indikasi pengurangan dukungan dari pemerintah, baik melalui divestasi saham secara substansial maupun hilangnya dukungan saat perusahaan mengalami kesulitan keuangan.
Didirikan sejak tahun 1957, SMGR kini mengoperasikan sembilan pabrik semen terpadu yang tersebar di pulau Jawa, Sumatra Barat, Aceh, Sumatra Selatan, hingga Sulawesi Selatan. Portofolio produknya mencakup pelbagai jenis semen khusus industri, beton siap pakai, hingga kantong semen.
Per 31 Maret 2026, Pemerintah Indonesia menguasai 51,2% saham SMGR secara langsung maupun melalui PT Danantara Asset Management (Persero) atau Danantara, sementara porsi saham selebihnya dimiliki oleh publik.(*)
Related News
Official Partner Odoo, ini Ekspektasi Zyrexindo (ZYRX)
Masih Bertahan di MSCI, Intip Kinerja CPIN dan Nasibnya Nanti
Didepak MSCI, Intip Kinerja 3 Emiten Prajogo di Medio 2026
Right Issue Tersendat, Investor ini Buang 90,76 Juta Saham CBRE
Intip Kinerja 6 Emiten yang Ditendang dari Indeks Utama MSCI
Transaksi Lintas Pengendali, Saham Hapsoro (SINI) Drop 36,68 Persen





