SMKM Umumkan! Lim Shrimp Bakal Jadi Pengendali Baru
Manajemen SMKM ketika mencatatkan sahamnya di BEI.
EmitenNews.com - PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) melaporkan perkembangan penting dalam proses negosiasi dengan Lim Shrimp Org Pte. Ltd., calon pengendali baru perusahaan.
Direktur SMKM Ruben Partogi dalam keterbukaan informasi Senin (13/10) menjelaskan, hal ini merujuk pada surat Lim Shrimp Org Pte. Ltd. No. LSO/SMKM/08102501 tanggal 13 Oktober 2025 mengenai pemberitahuan perkembangan negosiasi.
Lim Shrimp Org Pte. Ltd. menyampaikan bahwa telah terjadi penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Share Purchase Agreement) pada Jumat, 10 Oktober 2025, antara calon pengendali baru dengan PT Vina Nauli Jordania (VNJ) selaku calon penjual.
Dalam perjanjian tersebut, Lim Shrimp berencana mengambil alih sebanyak-banyaknya 450 juta saham SMKM, setara 35,91% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
“Setelah penyelesaian Rencana Pengambilalihan, Lim Shrimp akan melaksanakan penawaran tender wajib (mandatory tender offer) sesuai ketentuan POJK No. 9/2018 di bidang pasar modal,” ujar Ruben.
SMKM pada perdagangan hari ini Senin (13/10) turun 18 poin atau melemah 8,33 persen ke level Rp198 per lembar.
SMKM dalam sebulan terakhir terbang 5,8 persen dari harga Rp199 pada 15 September 2025.
Dalam enam bulan SMKM melesat 342 persen dari FCA Rp47 pada 14 April 2025. Secara tahunan (YTD) SMKM melejit 207 persen dari harga Rp65 pada 2 Januari 2025.
Sebagai informasi, Lim Shrimp Org Pte. Ltd. merupakan perusahaan Singapura yang bergerak di bidang konstruksi dan pengembangan budi daya perikanan. Sementara itu, PT Sumber Mas Konstruksi Tbk. (SMKM) merupakan perusahaan terbuka yang bergerak di bidang jasa konstruksi umum.
Related News
TOSK Serok Aset Rp67,2M Milik Dirut, Setara 41,8 Persen Ekuitas
Efisiensi & Lepas Lawson, Laba MIDI Terbang 62,43 Persen Jadi Rp772,5M
Ini 5 Masjid Ikonik Garapan WSKT, Siap Tampung 200.000 Jemaah Salat Id
BREN Catat Laba Bersih Meningkat 6,5 Persen di Sepanjang 2025
Akhiri 2025, Laba Grup Djarum (TOWR) Tembus Rp3,67 Triliun
Efek Selat Hormuz, CEKA Beber Harga Bahan Ini Melejit 10 Persen





