Soal Transaksi GOTO Lewat Indo Primer Rp6T, OJK Bilang Begini
:
0
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi.
EmitenNews.com - Pengawas pasar modal belum menerima laporan terkait transaksi senilai Rp6,06 triliun pada saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Transaksi tersebut terjadi pada pasar negosiasi yang di fasilitasi Indo Premier Sekuritas pada harga Rp431 per saham untuk 140,8 juta lot GOTO pada tanggal 27 Juni 2024. Sedangkan di pasar regelur GOTO mengalami tren menurun hingga di level Rp50 per lembar.
“Tanya ke pengawasnya di bursa ya,” jawab Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi di gedung BEI, Senin 1 Juli 2024 ketika ditanya kewajaran transaksi tersebut.
Sementara itu, Direktur Utama Indo Premier Sekuritas, Moelonoto mengakui bahwa pelaku transaksi itu menggunakan sekuritas yang dia pimpin dalam bertransaksi.
“Cuma memfasilitasi ya,” ujar dia ketika ditanya soal transaksi menakjubkan tersebut.
Sekretaris Perusahaan GOTO, Koesoemohadiani menjelaskan, pembeli itu bukanlah pemegang saham yang wajib melaporkan setiap transaksi saham dimilikinya karena porsi kepemilikannya kurang dari 5 persen.
“Oleh karenanya merujuk pada ketentuan Peraturan OJK Nomor 11/POJK.04/2017 tentang Laporan Kepemilikan Atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka, pemegang saham tersebut tidak memiliki kewajiban untuk melakukan laporan,” tulis dia dalam keterangan dikutip Sabtu 29 Juni 2024.
Dia juga menegaskan, pelaku transaksi tersebut juga bukan oleh pemegang saham seri B atau saham dengan hak suara berlipat sekaligus pengendali perusahaan dan oleh perusahaan.
Related News
Caplok Raksasa RS, Emiten Raffi-Nagita Besok Izin Private Placement
Ada Emiten Cum Dividen Hari Ini, Bagikan Total Rp1 Triliun
PTBA Tarik Kredit Jumbo, Manfaatkan Fasilitas ini
Investasi Pribadi Presdir Rudy di Saham ASII, Belanjakan Rp20,2 Miliar
Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis Infrastruktur CDIA
Lepas Saham MPRO Senilai Rp474M, Taipan Ini Masih Kuasai 10,46 Persen





